Begini Unggahan Aaron Bushnell di Facebook, Ungkap Pesan Terakhir Sebelum Bakar Diri di Depan Kedubes Israel

AKURAT.CO Seorang pria yang diketahui bernama Aaron Busnell melakukan aksi bakar diri di luar Kedutaan Besar Israel di Washington, D.C. sebagai bentuk protes atas perang Israel di Gaza, mengunggah pesan terakhirnya di Facebook.
Aaron Bushnell merupakan seorang anggota Angkatan Udara AS yang masih aktif, berulang kali meneriakkan "bebaskan Palestina" saat ia membakar dirinya sendiri dalam aksi protes ekstrem pada hari Minggu (25/2/2024) kemarin.
Akibat aksinya tersebut, Aaron Bushnell harus dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis.
Baca Juga: VIRAL Santri Diduga Tewas Dianiaya di Kediri, Ada Luka Sundutan Rokok dan Bekas Jeratan di Leher
Hingga saat ini, pihak berwenang belum memberikan informasi terbaru mengenai kondisinya, namun dilaporkan bahwa ia telah meninggal akibat luka bakar.
Sebelumnya di hari yang sama, pria yang disapa Bushnell itu memposting pesan terakhir di Facebook bersama dengan sebuah tautan ke aliran Twitch yang telah dihapus.
"Banyak dari kita suka bertanya pada diri sendiri, 'Apa yang akan saya lakukan jika saya masih hidup selama perbudakan? Atau Jim Crow di Selatan? Atau apartheid? Apa yang akan saya lakukan jika negara saya melakukan genosida? Jawabannya adalah, Anda akan melakukannya. Sekarang juga," tulis pria 25 tahun itu.
Dalam sebuah video yang diposting di media sosial, Bushnell juga mengutip dukungan AS terhadap tindakan Israel di Gaza sebagai alasan protesnya.
"Nama saya Aaron Bushnell, saya adalah anggota Angkatan Udara Amerika Serikat yang masih aktif dan saya tidak akan lagi terlibat dalam genosida," tuturnya.
"Saya akan melakukan aksi protes yang ekstrem, namun jika dibandingkan dengan apa yang telah dialami oleh orang-orang di Palestina di tangan penjajah, ini tidak ekstrem sama sekali. Ini adalah apa yang diputuskan oleh kelas penguasa kami sebagai sesuatu yang normal," ungkapnya.
Rekaman itu menunjukkan Bushnell berjalan di jalan masuk kedutaan, meletakkan ponselnya di tanah dan menuangkan cairan yang tidak diketahui dari botol ke tubuhnya dan menyulutnya sambil meneriakkan "Bebaskan Palestina" berulang kali.
Baca Juga: Anggota Angkatan Udara AS yang Punya Hati Nurani Luar Biasa?
Video tersebut menunjukkan seorang petugas menodongkan pistol ke arah Bushnell, sementara yang lain memadamkan api.
Api lantas dipadamkan oleh Dinas Rahasia AS ketika petugas pemadam kebakaran tiba di tempat kejadian, D.C. Fire and EMS mengatakan dalam sebuah posting di X, sebelumnya Twitter. Bushnell lalu dibawa ke rumah sakit setempat dalam kondisi kritis, kata postingan tersebut.
Seorang juru bicara Angkatan Udara tidak mengidentifikasi Bushnell, tetapi mengkonfirmasi bahwa pria yang terlibat adalah seorang penerbang yang masih aktif bertugas.
Baca Juga: AS Jadi Negara yang Sering Dilanda Tornado, Ternyata Inilah Penyebabnya
Protes Bushnell muncul ketika perang Israel terhadap Hamas telah menewaskan sekitar 30.000 warga Palestina.
Israel menyatakan perang setelah serangan Hamas di Israel selatan pada 7 Oktober lalu, yang menewaskan sekitar 1.200 orang. Serangan udara dan darat Israel sejak saat itu telah mengusir sekitar 80 persen penduduk Gaza dari rumah mereka.
Mengenal Sosok Aaron Bushnell
Akun LinkedIn yang tampaknya milik Bushnell menggambarkan dirinya sebagai calon insinyur perangkat lunak dengan bakat dan hasrat untuk memecahkan masalah yang kompleks dengan kode.
Baca Juga: Zelenskiy: Rusia akan Mencoba Serangan Baru di Ukraina Pada Awal Mei
Dia bergabung dengan Angkatan Udara pada Mei 2020, dan telah menjadi Insinyur DevOps yang berbasis di San Antonio, Texas, sejak Maret 2023.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








