Akurat Logo

AS Tembaki Kapal Tanker Iran di Teluk Oman, CENTCOM Tegaskan Blokade Laut Tetap Berlaku

Fitra Iskandar | 7 Mei 2026, 16:02 WIB
AS Tembaki Kapal Tanker Iran di Teluk Oman, CENTCOM Tegaskan Blokade Laut Tetap Berlaku
Ilustrasi Selat Hormuz. Foto: Unsplash

AKURAT.CO Ketegangan di kawasan Teluk Oman kembali memanas setelah militer Amerika Serikat mengonfirmasi telah menembaki sebuah kapal tanker berbendera Iran yang diduga melanggar blokade laut Washington terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Kapal tanker bernama M/T Hasna itu dilaporkan berhasil dilumpuhkan sebelum mencapai wilayah Iran.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyebut insiden terjadi pada Rabu (6/5/2026) pagi waktu setempat. Menurut mereka, kapal tersebut mengabaikan sejumlah peringatan yang telah diberikan oleh pasukan AS di perairan strategis tersebut.

Dalam keterangannya, CENTCOM mengatakan tindakan militer dilakukan setelah awak kapal tidak merespons instruksi penghentian.

“Setelah awak kapal gagal mematuhi peringatan berulang kali, pasukan AS melumpuhkan kemudi kapal tanker dengan menembakkan beberapa peluru dari meriam 20mm dari pesawat tempur F/A-18 Super Hornet Angkatan Laut AS yang diluncurkan dari USS Abraham Lincoln (CVN 72),” demikian pernyataan CENTCOM, dikutip dari Al Arabiya, Kamis (7/5/2026).

Militer AS menegaskan bahwa kapal M/T Hasna kini tidak lagi melanjutkan perjalanan menuju Iran setelah kemudinya rusak akibat tembakan tersebut.

Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya operasi blokade laut Amerika terhadap kapal-kapal yang mencoba masuk maupun keluar dari pelabuhan Iran. Washington mengklaim langkah tersebut merupakan bagian dari operasi pengawasan dan penegakan keamanan maritim di kawasan Teluk.

“Blokade AS terhadap kapal-kapal yang mencoba masuk atau keluar dari pelabuhan Iran tetap berlaku sepenuhnya,” lanjut pernyataan CENTCOM.

Selain itu, pihak militer AS juga menegaskan bahwa operasi mereka dilakukan secara terukur untuk memastikan kepatuhan terhadap kebijakan blokade yang sedang dijalankan.

CENTCOM mengungkapkan bahwa hingga kini lebih dari 50 kapal komersial disebut telah membatalkan pelayaran dan berbalik arah akibat blokade tersebut. Situasi ini memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas jalur perdagangan energi global, terutama di kawasan Teluk Oman dan Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur distribusi minyak paling vital di dunia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.