Israel Melanggar Gencatan Senjata Tanpa Henti: Serangan Terbaru Israel Lukai 9 Warga Gaza

AKURAT.CO Sedikitnya sembilan warga Palestina, termasuk seorang anak-anak, mengalami luka-luka setelah serangan udara militer Israel menghantam sebuah rumah di kamp pengungsi Al‑Shati Refugee Camp, wilayah barat Gaza City, Jumat waktu setempat.
Serangan terbaru ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan dan dugaan pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya disepakati pada tahun lalu.
Menurut sumber medis dan tim pertahanan sipil Gaza, jet tempur Israel menargetkan rumah milik keluarga Al-Adham di kawasan Al-Majadla Street dekat persimpangan Hamid setelah sebelumnya mengeluarkan ancaman dan perintah evakuasi terhadap warga sekitar.
Rumah Hancur, Puluhan Bangunan Rusak
Lembaga Pertahanan Sipil Gaza menyebut serangan tersebut menghancurkan rumah satu lantai milik keluarga Al-Adham dan merusak puluhan rumah serta bangunan di sekitarnya. Kebakaran juga dilaporkan terjadi di sejumlah lokasi akibat ledakan besar dari serangan udara.
Saksi mata mengatakan sebuah drone pengintai Israel awalnya menembakkan rudal ke rumah tersebut, namun tidak meledak. Tidak lama kemudian, jet tempur kembali menyerang dan menghancurkan bangunan secara total.
Akibat kerusakan parah dan ancaman serangan lanjutan, puluhan keluarga di sekitar lokasi disebut berpotensi mengungsi demi keselamatan mereka.
Gaza Minta Intervensi Internasional
Pihak pertahanan sipil Gaza mendesak komunitas internasional, organisasi hak asasi manusia, dan mediator internasional segera turun tangan untuk melindungi warga sipil di Jalur Gaza.
Mereka juga menyerukan penghentian serangan terhadap kawasan permukiman dan fasilitas sipil yang terus terjadi dalam beberapa bulan terakhir.
Konflik berkepanjangan di Gaza Strip terus memicu krisis kemanusiaan besar. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Gaza, lebih dari 72.600 warga Palestina dilaporkan tewas sejak Oktober 2023, dengan mayoritas korban merupakan perempuan dan anak-anak. Sementara itu, lebih dari 172.000 orang lainnya mengalami luka-luka akibat serangan militer yang terus berlangsung.
Sumber: Anadolu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







