Akurat Logo

Trump Desak Xi Jinping Tekan Iran, AS Khawatir Konflik Timur Tengah Picu Krisis Global

Fitra Iskandar | 11 Mei 2026, 15:00 WIB
Trump Desak Xi Jinping Tekan Iran, AS Khawatir Konflik Timur Tengah Picu Krisis Global
Donald Trump dan Xi Jinping. Foto: Arsip Voiceofemirate

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan akan memanfaatkan pertemuannya dengan Presiden China Xi Jinping untuk mendesak Beijing mengambil peran lebih aktif dalam meredam ketegangan yang terus memanas dengan Iran.

Langkah ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran internasional terhadap potensi meluasnya konflik di Timur Tengah yang dapat mengguncang ekonomi global dan pasar energi dunia.

Laporan media Amerika Serikat menyebut pemerintahan Trump menilai China memiliki pengaruh ekonomi dan politik yang sangat besar terhadap Iran. Pengaruh itu diyakini dapat digunakan Beijing untuk menekan Teheran agar menahan diri dan mengurangi eskalasi konflik di kawasan.

Menurut laporan Wall Street Journal, Washington melihat hubungan dagang dan energi antara China dan Iran sebagai alat diplomasi strategis yang bisa dimanfaatkan untuk menjaga stabilitas kawasan.

China diketahui menjadi salah satu mitra ekonomi terbesar Iran, terutama di sektor energi dan perdagangan. Ketergantungan Teheran terhadap pasar Asia meningkat tajam sejak sanksi Barat diberlakukan terhadap Iran dalam beberapa tahun terakhir.

Pengamat menilai Trump kini mencoba memanfaatkan kedekatan ekonomi Beijing-Teheran sebagai instrumen politik baru demi mengurangi tekanan keamanan dan militer yang dihadapi AS di Timur Tengah.

Situasi kawasan memang semakin memanas seiring ketegangan terkait program nuklir Iran dan rangkaian serangan yang melibatkan berbagai pihak di Timur Tengah.

Di sisi lain, pemerintah AS juga disebut ingin menghindari konfrontasi militer terbuka dengan Iran karena berpotensi memicu lonjakan harga minyak dunia dan memperburuk tekanan ekonomi domestik Amerika Serikat.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.