Akurat Logo

Israel Disebut-Sebut Mendorong AS untuk Mulai Perang Lagi Melawan Iran

Fitra Iskandar | 15 Mei 2026, 10:37 WIB
Israel Disebut-Sebut Mendorong AS untuk Mulai Perang Lagi Melawan Iran
Ilustrasi perang AS-Israel Melawan Iran. Foto: AI Generated

AKURAT.CO Pejabat militer Israel dan Amerika Serikat dilaporkan menggelar pembicaraan intensif mengenai kemungkinan dimulainya kembali operasi militer terhadap Iran. Dalam laporan yang dirilis media publik Israel KAN pada Kamis, Tel Aviv disebut mendorong Washington untuk kembali melanjutkan konflik yang sebelumnya dihentikan lewat gencatan senjata sementara.

Menurut laporan tersebut, pejabat senior militer Israel bersama perwakilan Komando Pusat AS (CENTCOM) membahas sejumlah skenario baru menghadapi Iran, termasuk opsi serangan terbatas terhadap fasilitas energi dan bahan bakar Iran hingga pengetatan blokade maritim di Selat Hormuz melalui operasi yang disebut “Project Freedom.”

Israel disebut menyampaikan pesan langsung kepada pemerintah AS bahwa perang melawan Iran “berakhir terlalu cepat” dan meminta langkah militer kembali dipertimbangkan. Salah satu opsi yang dibahas adalah serangan terbatas Amerika Serikat ke infrastruktur energi Iran guna menekan Teheran agar kembali ke meja perundingan dan menghentikan program nuklirnya.

Laporan itu juga menyebut Israel telah menyiapkan skenario menghadapi balasan Iran, termasuk kemungkinan serangan rudal baru ke wilayah Israel apabila perang kembali pecah.

Pejabat Israel yang dikutip KAN mengatakan Presiden AS Donald Trump kini menghadapi dua pilihan utama, yakni melanjutkan operasi militer yang didukung Perdana Menteri Benjamin Netanyahu atau memperketat blokade laut di Selat Hormuz untuk menekan Iran secara ekonomi dan strategis.

Baca Juga: Israel Melanggar Gencatan Senjata Tanpa Henti: Serangan Terbaru Israel Lukai 9 Warga Gaza

Sebelumnya pada Kamis, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz menegaskan negaranya siap bertindak kembali terhadap Iran jika situasi memanas.

“Kami siap menghadapi kemungkinan harus bertindak lagi di Iran dalam waktu dekat,” kata Katz.

Ketegangan kawasan Timur Tengah meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut memicu balasan dari Teheran terhadap Israel dan sekutu-sekutu AS di kawasan Teluk, serta menyebabkan terganggunya jalur pelayaran di Selat Hormuz yang menjadi rute vital perdagangan energi dunia.

Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, namun pembicaraan lanjutan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan permanen. Presiden Donald Trump kemudian memperpanjang masa gencatan senjata tanpa batas waktu yang jelas.

Di tengah situasi tersebut, Iran dikabarkan telah mengirimkan respons resmi kepada Pakistan terkait proposal AS untuk mengakhiri perang. Namun Trump menolak proposal itu dan menyebutnya “sama sekali tidak dapat diterima.”

Sumber: AA

 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.