Kepala Pengamanan Senat Filipina Diskors Usai Baku Tembak dan Kaburnya Senator Buronan ICC

AKURAT.CO Otoritas antikorupsi Filipina menjatuhkan skorsing selama enam bulan terhadap kepala pengamanan Senat setelah insiden baku tembak kacau di kompleks parlemen yang berujung pada kaburnya seorang senator buronan Mahkamah Pidana Internasional (ICC).
Ombudsman Filipina, Jesus Crispin Remulla, pada Jumat menyatakan bahwa Kepala Pengawal Senat Mao Aplasca dikenai “skorsing preventif” guna mempermudah proses penyelidikan terhadap insiden yang mengguncang politik nasional tersebut.
“Kami tidak bisa mengabaikan insiden sebesar ini,” ujar Remulla dalam konferensi pers. Ia menegaskan keputusan skorsing mulai berlaku sejak Jumat.
Insiden bermula ketika Senator Ronald dela Rosa, mantan kepala kepolisian yang dikenal sebagai tokoh utama perang melawan narkoba era Presiden Rodrigo Duterte, meminta para pendukungnya bergerak untuk menggagalkan upaya penangkapan dirinya berdasarkan surat perintah ICC.
Situasi kemudian berubah ricuh ketika aparat Biro Investigasi Nasional (NBI) mendatangi gedung Senat. Pasukan bersenjata dikerahkan ke lokasi setelah terdengar tembakan di dalam kompleks parlemen.
Mao Aplasca mengakui dirinya melepaskan tembakan peringatan pertama saat terjadi ketegangan dengan agen NBI. Namun Ombudsman menilai tindakan itu tidak dapat dibenarkan.
“Dia yang pertama menembak. Apakah pantas menembaki aparat penegak hukum? Kami tidak mentoleransi itu,” kata Remulla.
Ia juga mempertanyakan tindakan pengamanan yang dianggap melampaui kewenangan. “Bahkan presiden pun tidak akan melakukan hal seperti itu,” tambahnya.
Dela Rosa diketahui berlindung di Senat sejak Senin sebelum akhirnya meninggalkan lokasi secara diam-diam menjelang fajar pada Kamis. Istri senator tersebut bahkan menyebut perpindahan itu sebagai “pelarian”.
Menurut Remulla, tindakan melarikan diri dapat menjadi indikasi rasa bersalah dalam hukum pidana.
“Apakah seperti itu seharusnya perilaku seorang senator? Melarikan diri dari hukum? Jika memang tidak bersalah, hadapi saja tuduhannya,” tegasnya.
Presiden Ferdinand Marcos Jr sebelumnya meminta publik tetap tenang dan menegaskan tidak ada personel pemerintah yang terlibat langsung dalam aksi kekerasan tersebut.
Pihak Senat dan aparat penegak hukum kini melakukan investigasi menyeluruh terkait baku tembak yang memicu kekhawatiran besar terhadap stabilitas politik Filipina.
Kasus ini semakin memperuncing ketegangan politik di Manila, terutama setelah ICC meningkatkan tekanan terhadap tokoh-tokoh yang terlibat dalam operasi perang narkoba berdarah pada masa pemerintahan Duterte.
Sumber: Miamiherald
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026






