Trump Patuhi Peringatan Xi Jinping, Tidak Ingin Taiwan Deklarasikan Kemerdekaan

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menegaskan bahwa dirinya tidak menginginkan Taiwan mendeklarasikan kemerdekaan secara resmi. Pernyataan itu disampaikan setelah pertemuannya dengan Presiden China, Xi Jinping, dalam kunjungan kenegaraan ke Beijing yang berlangsung pekan ini.
Dalam wawancara dengan Fox News usai lawatan tersebut, Trump mengatakan dirinya ingin situasi di kawasan Asia Timur tetap stabil dan tidak memicu konflik besar antara Washington dan Beijing. Ia juga menilai Amerika Serikat tidak seharusnya terseret perang terkait Taiwan.
“Saya tidak ingin ada yang merdeka. Kita tidak ingin berperang,” ujar Trump kepada pembawa acara Brett Baier. Ia menambahkan bahwa dirinya berharap China tetap tenang dan hubungan kedua negara dapat terus dijaga dalam kondisi kondusif.
Isu Taiwan menjadi salah satu topik utama dalam pertemuan Trump dan Xi Jinping. Pemimpin China itu disebut secara langsung meminta Amerika Serikat tidak mendukung kemerdekaan formal Taiwan, yang selama ini dianggap Beijing sebagai bagian dari wilayahnya.
Baca Juga: Xi Jinping Peringatkan Trump soal Taiwan: AS-China Bisa Berujung Konflik Besar
Xi bahkan memperingatkan bahwa kesalahan langkah dalam persoalan Taiwan dapat memicu konflik antara dua kekuatan ekonomi terbesar dunia tersebut. Sementara itu, Presiden Taiwan, Lai Ching-te, sebelumnya menyatakan Taiwan pada dasarnya sudah merdeka sehingga deklarasi resmi dinilai tidak diperlukan.
Kunjungan Trump ke China sendiri diakhiri dengan klaim adanya kesepakatan dagang “fantastis” antara kedua negara. Meski demikian, hingga kini belum ada rincian jelas mengenai isi kesepakatan tersebut, termasuk dampaknya terhadap kebuntuan diplomatik terkait Iran.
Dalam kesempatan yang sama, Trump juga mengundang Xi Jinping untuk melakukan kunjungan balasan ke Washington pada September mendatang. Langkah itu dipandang sebagai sinyal bahwa Washington dan Beijing masih berupaya menjaga hubungan tetap stabil di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.
Amerika Serikat selama ini mengakui Beijing sebagai satu-satunya pemerintah resmi China dan secara resmi tidak mendukung kemerdekaan Taiwan. Namun di sisi lain, Washington tetap memiliki kewajiban berdasarkan hukum AS untuk memasok senjata pertahanan kepada Taiwan.
Hingga kini, pemerintah AS juga belum pernah memberikan kepastian apakah akan mengerahkan pasukan militernya secara langsung jika terjadi konflik bersenjata antara China dan Taiwan.
Sumber: Fox News
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026






