Akurat Logo

Jelang Kunjungan ke Beijing, Trump Tegaskan Tak Perlu Bantuan China terkait Konflik dengan Iran

Fitra Iskandar | 13 Mei 2026, 06:23 WIB
Jelang Kunjungan ke Beijing, Trump Tegaskan Tak Perlu Bantuan China terkait Konflik dengan Iran
Ilustrasi bendera China. Foto: Pixabay

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan dirinya akan menggelar pembicaraan panjang dengan Presiden China Xi Jinping terkait perang Iran dalam kunjungannya ke Beijing pekan ini. Meski demikian, Trump menegaskan Washington tidak membutuhkan bantuan China untuk menghadapi konflik tersebut.

“Saya rasa kami tidak membutuhkan bantuan apa pun terkait Iran. Kami akan menang dengan satu atau lain cara, secara damai ataupun tidak,” kata Trump kepada wartawan saat meninggalkan Gedung Putih menuju China, Selasa waktu setempat.

Pertemuan antara dua pemimpin ekonomi terbesar dunia itu menjadi tatap muka pertama mereka dalam lebih dari enam bulan terakhir. Agenda pembicaraan diperkirakan akan mencakup hubungan dagang AS-China, konflik Iran, hingga berbagai isu geopolitik lain yang memicu ketegangan antara Washington dan Beijing.

Kunjungan Trump ke China berlangsung di tengah situasi perang Iran yang masih belum menemukan penyelesaian diplomatik. Negosiasi untuk mengakhiri konflik disebut masih mengalami jalan buntu, meskipun gencatan senjata sementara telah berlangsung lebih dari satu bulan.

Trump mengakui isu Iran akan menjadi topik penting dalam pembahasannya bersama Xi Jinping. Ia bahkan memuji sikap China yang dinilainya cukup kooperatif sejauh ini.

“Kami akan berbicara panjang soal itu. Saya pikir dia cukup baik, jujur saja. Lihat saja soal blokade, tidak ada masalah. Mereka mendapatkan banyak minyak dari kawasan itu dan semuanya berjalan tanpa hambatan,” ujar Trump.

China diketahui menjadi pembeli terbesar minyak mentah Iran. Data dari perusahaan intelijen maritim Windward menunjukkan sekitar 90 persen ekspor minyak Iran mengalir ke China.

Dalam beberapa pekan terakhir, Beijing juga semakin terbuka menentang sanksi AS terhadap perdagangan minyak Iran. Awal bulan ini, pemerintah China dilaporkan meminta sejumlah perusahaan domestik mengabaikan sanksi Amerika terhadap lima kilang minyak China yang dituduh membantu perdagangan minyak Iran.

Saat ditanya apakah Xi Jinping perlu turun tangan untuk menekan Iran, Trump kembali menegaskan bahwa AS tidak memerlukan bantuan pihak lain.

“Kami akan menang, baik secara damai ataupun dengan cara lain,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri China Wang Yi dilaporkan telah berbicara dengan Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar mengenai upaya mediasi konflik Iran-AS, termasuk isu pembukaan jalur pelayaran strategis Selat Hormuz.

Media pemerintah China melaporkan Wang Yi meminta Pakistan meningkatkan peran mediasi guna membantu penyelesaian situasi di kawasan Timur Tengah.

Pakistan sendiri sebelumnya memediasi gencatan senjata dua pekan antara Amerika Serikat dan Iran pada 8 April lalu. Negosiasi lanjutan di Islamabad yang menghadirkan delegasi senior kedua negara pada 11-12 April belum berhasil menghasilkan kesepakatan permanen.

Hingga kini, Washington dan Teheran masih saling bertukar proposal untuk mencari titik temu demi melanjutkan putaran kedua pembicaraan langsung. Konflik berkepanjangan tersebut telah mengganggu pasokan energi global dan memicu dampak ekonomi di berbagai negara kawasan.

SumberL TRT World

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.