Akurat Logo

Kenapa Warga India Diminta Stop Beli Emas Selama Setahun? Ini Dampaknya bagi Ekonomi

Nurma Nafisa Faradilla | 18 Mei 2026, 12:22 WIB
Kenapa Warga India Diminta Stop Beli Emas Selama Setahun? Ini Dampaknya bagi Ekonomi
Emas di India. (Ilustrasi/ Pixabay)

AKURAT.CO Perdana Menteri (PM) India, Narendra Modi, meminta rakyat India menghentikan pembelian emas selama satu tahun demi menjaga stabilitas ekonomi negara. Imbauan tersebut muncul di tengah tekanan ekonomi akibat lonjakan harga minyak dunia yang dipicu perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Pemerintah India menilai impor emas menguras cadangan devisa dalam jumlah besar, terutama saat biaya impor energi terus meningkat. Selain meminta masyarakat mengurangi pembelian emas, India juga menaikkan bea impor logam mulia menjadi 15 persen untuk menekan arus impor dan menjaga nilai tukar rupee tetap stabil.

Modi bahkan meminta masyarakat menahan diri untuk tidak membeli perhiasan emas meski sedang menggelar acara keluarga.

"Demi kepentingan negara, kita harus memutuskan bahwa selama setahun, meskipun ada acara di rumah, kita tidak akan membeli perhiasan emas," kata Perdana Menteri (PM) Narendra Modi pada 10 Mei lalu, dikutip dari BBC.

Kenapa India Meminta Warga Stop Beli Emas?

Pemerintah India menilai pembelian emas dalam jumlah besar dapat memperparah tekanan ekonomi nasional. Sebab, lebih dari 90 persen kebutuhan emas India berasal dari impor yang dibayar menggunakan dolar Amerika Serikat.

Di saat yang sama, India juga harus mengeluarkan biaya besar untuk impor minyak karena negara tersebut mengimpor lebih dari 85 persen kebutuhan energinya dari luar negeri. Kondisi ini membuat cadangan devisa semakin tertekan, terlebih setelah harga minyak dunia melonjak akibat konflik di Timur Tengah.

Baca Juga: Forum BRICS: India Soroti Krisis Selat Hormuz, Peringatkan Dampak Besar bagi Ekonomi Dunia

Meningkatnya kebutuhan dolar AS untuk membayar impor minyak dan emas juga menyebabkan nilai tukar rupee melemah terhadap dolar. Pelemahan mata uang tersebut dikhawatirkan memicu inflasi dan membuat harga barang-barang impor menjadi semakin mahal.

Dampak Perang Iran dan Israel terhadap India

Konflik di Timur Tengah membuat harga minyak dunia melonjak drastis. India yang mengimpor lebih dari 85 persen kebutuhan minyaknya menjadi salah satu negara yang terdampak cukup besar.

Situasi semakin berat setelah terganggunya jalur perdagangan energi global di Selat Hormuz. Jalur tersebut merupakan salah satu rute utama pengiriman minyak dan gas dunia.

Kenaikan harga energi menyebabkan biaya impor India meningkat tajam. Di saat yang sama, permintaan dolar AS untuk membayar impor minyak dan emas ikut naik sehingga nilai tukar rupee India melemah terhadap dolar.

Pelemahan mata uang berpotensi memicu inflasi karena harga barang impor menjadi lebih mahal.

India Naikkan Pajak Impor Emas

Tidak hanya mengimbau masyarakat menghentikan pembelian emas, pemerintah India juga menaikkan bea impor emas dari 6 persen menjadi 15 persen.

Langkah ini dilakukan untuk menekan impor barang non-esensial dan mengurangi arus keluar devisa. Pemerintah berharap masyarakat mulai mengurangi pembelian emas fisik dan beralih pada pengeluaran yang dianggap lebih penting.

Kebijakan tersebut dinilai cukup ekstrem karena emas sudah menjadi bagian penting dalam budaya dan tabungan rumah tangga masyarakat India selama bertahun-tahun.

Dampak ke Industri Perhiasan India

Imbauan menghentikan pembelian emas membuat pelaku industri perhiasan khawatir. Banyak pengusaha mengaku kesulitan mempertahankan bisnis jika masyarakat benar-benar berhenti membeli emas selama satu tahun penuh.

Beberapa perajin perhiasan bahkan menyebut kondisi saat ini lebih berat dibanding masa pandemi Covid-19. Mereka khawatir penjualan turun drastis dan berdampak pada kelangsungan usaha serta pembayaran gaji pekerja.

Selain itu, kenaikan pajak impor emas juga berpotensi meningkatkan praktik penyelundupan seperti yang pernah terjadi pada 2013 saat India menaikkan tarif impor logam mulia tersebut.

Baca Juga: Taklukkan Pasangan India, Leo/Daniel Rebut Juara Thailand Open 2026

Baca Juga: Lecehkan 61 Perempuan, Terapis Pijat Asal India Dipenjara Hampir 14 Tahun

FAQ

Apakah harga emas dunia bisa turun akibat kebijakan India?

Sejumlah ekonom menilai penurunan permintaan emas dari India berpotensi memengaruhi harga emas global. Pasalnya, India merupakan salah satu konsumen emas terbesar di dunia untuk kebutuhan investasi maupun perhiasan.

Namun, sebagian analis menilai dampaknya kemungkinan terbatas karena harga emas saat ini juga dipengaruhi faktor lain seperti ketidakpastian geopolitik dan tingginya minat investor terhadap aset aman.

Kenapa emas dianggap membebani ekonomi India?

India mengimpor sebagian besar kebutuhan emasnya dari luar negeri menggunakan dolar AS. Di saat bersamaan, negara tersebut juga harus mengeluarkan biaya besar untuk impor minyak sehingga cadangan devisa menjadi tertekan.

Pemerintah khawatir tingginya impor emas dan energi dapat melemahkan nilai tukar rupee serta memicu kenaikan inflasi di dalam negeri.

Apakah masyarakat India akan benar-benar berhenti membeli emas?

Sejumlah analis menilai imbauan pemerintah kemungkinan hanya menunda pembelian emas, bukan menghentikannya sepenuhnya. Sebab, emas sudah menjadi bagian penting dari budaya masyarakat India, terutama untuk pernikahan, hadiah keluarga, dan tabungan jangka panjang.

Selain itu, banyak masyarakat masih menganggap emas sebagai instrumen investasi aman di tengah kondisi ekonomi global yang belum stabil.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.