Akurat Logo

AS Klaim Negosiasi dengan Iran Alami Kemajuan, JD Vance: Kami Siap Serang Kapan Saja

Fitra Iskandar | 21 Mei 2026, 06:32 WIB
AS Klaim Negosiasi dengan Iran Alami Kemajuan, JD Vance: Kami Siap Serang Kapan Saja
Ilustrasi perang Iran dan AS-Israel. Foto: AI Generated

AKURAT.CO Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance memberi pernyataan terbaru terkait negosiasi antara AS dan Iran. Dalam pengarahan di Gedung Putih, Vance mengatakan pembicaraan diplomatik dengan Iran berjalan cukup konstruktif. Namun, ia menegaskan Washington tetap siap melancarkan operasi militer jika upaya diplomasi gagal mencapai kesepakatan.

“Kami siap sepenuhnya. Jika negosiasi gagal, operasi militer bisa kembali dilakukan,” kata Vance.

Meski demikian, Vance menegaskan pemerintah AS tidak menginginkan perang berkepanjangan dengan Iran dan menyebut situasi saat ini masih jauh dari kemungkinan “forever war” atau perang tanpa akhir.

Pernyataan itu muncul sehari setelah Presiden Donald Trump mengungkap dirinya sempat menghentikan rencana serangan militer terhadap Iran atas permintaan Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Langkah tersebut disebut menjadi bagian dari upaya diplomasi negara-negara Teluk untuk mencegah eskalasi konflik lebih luas di kawasan.

Trump Ancam Serangan Baru ke Iran

Di sisi lain, Trump juga mengisyaratkan kemungkinan serangan baru terhadap Iran jika perundingan mengalami kegagalan dalam beberapa hari ke depan.

Trump menyebut dirinya hampir memberikan otorisasi untuk melanjutkan operasi militer terhadap Teheran sebelum akhirnya menunda keputusan tersebut demi memberi ruang negosiasi.

Dalam pembicaraan terbaru, AS menuntut Iran menghentikan program pengayaan nuklir serta mengurangi ketegangan di Strait of Hormuz atau Selat Hormuz yang menjadi jalur utama distribusi minyak dunia.

Sementara itu, Iran meminta penghentian serangan serta kompensasi atas kerusakan akibat konflik yang terjadi beberapa bulan terakhir.

Meski jalur diplomasi masih terbuka, kedua negara tetap menunjukkan kesiapan militer masing-masing. Kondisi tersebut membuat situasi Timur Tengah masih berada dalam ketidakpastian dan berpotensi kembali memanas sewaktu-waktu.

Sumber: Alarabiya

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.