Rusia Sarkastik Komentari Serangan AS dan Israel ke Iran: Si Penjaga Perdamaian Beraksi Lagi!

AKURAT.CO Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev menyebut perundingan antara Amerika Serikat dan Iran terkait program nuklir Teheran hanyalah “kedok”. Pernyataan itu disampaikan di tengah serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Republik Islam Iran.
Melalui unggahan di media sosial pada Sabtu (28/2), Medvedev menilai proses diplomasi yang berlangsung selama ini tidak mencerminkan niat damai yang sesungguhnya.
“Si penjaga perdamaian beraksi lagi. Perundingan dengan Iran hanyalah kedok. Semua orang sudah tahu itu,” tulis Medvedev.
Ia juga menyindir usia Amerika Serikat dibandingkan dengan peradaban Persia.
“Amerika Serikat baru berusia 249 tahun. Kekaisaran Persia berdiri lebih dari 2.500 tahun lalu. Mari kita lihat apa yang terjadi dalam 100 tahun ke depan,” tambahnya.
AS dan Israel Luncurkan Operasi Militer
Sebelumnya, Israel menyatakan telah meluncurkan operasi militer untuk “menghilangkan ancaman eksistensial” yang disebut berasal dari rezim Iran.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga mengumumkan bahwa pasukan AS telah memulai “operasi tempur besar” yang bertujuan melindungi rakyat Amerika dengan “menghilangkan ancaman segera dari rezim Iran”.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







