Akurat Logo

Lancarkan Serangan ke Iran Selatan, AS: Itu Serangan Membela Diri

Fitra Iskandar | 26 Mei 2026, 08:22 WIB
  Lancarkan Serangan ke Iran Selatan, AS: Itu Serangan Membela Diri
Ilustrasi perang. Foto: AI Generated

AKURAT.CO Militer Amerika Serikat mengumumkan telah melancarkan serangkaian serangan yang disebut sebagai operasi “membela diri” di wilayah selatan Iran dengan menyasar peluncur rudal dan kapal yang diduga menebar ranjau di kawasan Teluk.

Komando Pusat Militer AS United States Central Command menyatakan operasi tersebut dilakukan untuk melindungi pasukan Amerika dari ancaman militer Iran di tengah situasi gencatan senjata yang masih berlangsung.

Juru bicara CENTCOM, Tim Hawkins, mengatakan target serangan mencakup lokasi peluncuran rudal serta kapal Iran yang disebut mencoba memasang ranjau laut.

“Pasukan AS melakukan serangan defensif di Iran selatan untuk melindungi personel kami dari ancaman pasukan Iran,” kata Hawkins dalam pernyataan kepada Fox News.

Ia menambahkan bahwa militer AS tetap menahan diri meski terus bersiaga selama periode gencatan senjata berlangsung.

Namun hingga kini, CENTCOM belum memberikan rincian tambahan mengenai jumlah target maupun kerusakan yang ditimbulkan dalam operasi tersebut.

Di sisi lain, media-media Iran melaporkan suara ledakan keras terdengar di sejumlah wilayah pesisir selatan negara itu pada Senin.

Ledakan dilaporkan mengguncang Kota Bandar Abbas serta kawasan sekitar Sirik dan Jask yang berada di dekat kawasan Teluk dan jalur strategis pelayaran internasional.

Kantor berita semi-resmi Iran, Fars News Agency, menyebut warga Bandar Abbas mendengar beberapa ledakan hampir bersamaan, namun sumber dan lokasi pasti ledakan belum diketahui secara jelas.

Media tersebut juga melaporkan suara serupa terdengar di wilayah Sirik dan Jask yang menghadap langsung ke kawasan Teluk.

Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah serangan terbaru ini, terutama karena wilayah selatan Iran berada dekat dengan Strait of Hormuz yang menjadi jalur utama distribusi minyak dunia.

Situasi tersebut memicu kekhawatiran global terhadap potensi gangguan pasokan energi dan meningkatnya eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Sumber: Anadolu

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.