Kasus Ebola Tembus 1.000, China Larang Warganya Bepergian ke Kongo
AKURAT.CO Pemerintah China mengeluarkan peringatan perjalanan bagi warganya yang hendak bepergian ke Republik Demokratik Kongo menyusul lonjakan kasus wabah Ebola yang semakin mengkhawatirkan di negara Afrika Tengah tersebut.
Dalam pernyataan yang dirilis Jumat (29/5/2026), Kementerian Luar Negeri China meminta warga untuk menghindari perjalanan yang tidak mendesak ke Kongo. Beijing juga mengimbau warga negaranya yang sudah berada di Kongo maupun negara-negara tetangga agar tidak mengunjungi wilayah terdampak wabah Ebola, terutama Provinsi Ituri dan Kivu Utara.
Peringatan itu muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran internasional terhadap penyebaran virus Ebola yang sangat menular di kawasan Afrika Tengah.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat jumlah kumulatif kasus dugaan Ebola di Kongo telah mencapai 1.077 kasus, dengan 121 kasus terkonfirmasi dan sedikitnya 17 kematian sejak wabah resmi diumumkan pada 15 Mei lalu.
Selain meminta warga menghindari daerah wabah, pemerintah China juga memperingatkan agar tidak melakukan kontak dengan hewan liar maupun pasien yang diduga terinfeksi Ebola.
Warga negara China yang mengalami gejala seperti demam, muntah, diare, nyeri perut, atau pendarahan diminta segera mencari bantuan medis atau menghubungi tim medis China yang bertugas di kawasan tersebut.
WHO sebelumnya telah menaikkan tingkat kewaspadaan wabah Ebola di Kongo ke level “sangat tinggi” setelah lonjakan kasus terus terjadi dalam beberapa pekan terakhir.
Situasi itu mendorong sejumlah negara tetangga Kongo memperketat langkah pencegahan, termasuk pembatasan perjalanan dari wilayah Kongo guna mencegah penyebaran virus lintas negara.
Wabah Ebola terbaru ini kembali menimbulkan kekhawatiran global karena penyakit tersebut memiliki tingkat kematian tinggi dan dapat menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh penderita yang terinfeksi.
Pemerintah dan otoritas kesehatan internasional kini berlomba memperkuat pengawasan, pelacakan kontak, serta penanganan medis untuk menekan penyebaran wabah yang berpotensi meluas di kawasan Afrika.
Sumber: AA
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







