Akurat Logo

WHO: Serangan Terhadap Rumah Sakit di Sudan Menewaskan Sedikitnya 64 Orang

Fitra Iskandar | 23 Maret 2026, 07:02 WIB
WHO: Serangan Terhadap Rumah Sakit di Sudan Menewaskan Sedikitnya 64 Orang
WHO: Serangan Terhadap Rumah Sakit di Sudan Menewaskan Sedikitnya 64 Orang. Foto: AA

AKURAT.CO Kepala World Health Organization (WHO) pada Minggu mengumumkan serangan terhadap rumah sakit di Dain, ibu kota Negara Bagian Darfur Timur, Sudan. Dalam peristiwa itu sedikitnya 64 orang tewas, termasuk anak-anak, serta melukai 89 lainnya.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, serangan terbaru menargetkan fasilitas kesehatan, yakni Rumah Sakit Pendidikan Al Deain di ibu kota Darfur Timur.

“Sedikitnya 64 orang tewas, termasuk 13 anak-anak, dua perawat perempuan, satu dokter laki-laki, serta sejumlah pasien,” kata Tedros melalui platform media sosial X.

Ia menambahkan, total korban tewas akibat 213 serangan terhadap fasilitas kesehatan di Sudan dalam hampir tiga tahun terakhir telah mencapai 2.036 orang.

Baca Juga: Konflik Mereda, Jutaan Pengungsi Sudan Mulai Pulang ke Daerah Asal

Menurut Tedros, serangan terhadap layanan kesehatan tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga berdampak jangka pendek dan panjang bagi masyarakat yang sangat membutuhkan layanan medis darurat maupun rutin.

Rumah Sakit Pendidikan Al Deain kini tidak dapat beroperasi akibat kerusakan parah, sehingga layanan medis penting di wilayah tersebut terhenti.

WHO saat ini mendukung mitra lokal untuk meningkatkan kapasitas fasilitas kesehatan lain di kawasan itu, termasuk dengan menyalurkan peralatan penanganan trauma dan obat-obatan esensial.

“Cukup sudah pertumpahan darah. Cukup sudah penderitaan. Saatnya meredakan konflik di Sudan dan memastikan perlindungan bagi warga sipil, tenaga kesehatan, serta pekerja kemanusiaan,” ujar Tedros.

Sumber: Anadolu

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.