Akurat Logo

Serangan Israel Guncang Lebanon, Sedikitnya 20 Tewas

Fitra Iskandar | 6 Juni 2026, 07:28 WIB
Serangan Israel Guncang Lebanon, Sedikitnya 20 Tewas
Ilustrasi serangan Israel ke Lebanon. Foto: AA

AKURAT.CO Sedikitnya 20 orang tewas dan puluhan lainnya terluka dalam serangkaian serangan udara, drone, dan artileri Israel di wilayah selatan Lebanon pada Jumat (5/6/2026). Serangan itu terjadi di tengah upaya mempertahankan gencatan senjata antara kedua pihak masih berlangsung.

Berdasarkan laporan Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA), lebih dari selusin serangan menghantam sejumlah kota dan desa di Provinsi Nabatieh, Bint Jbeil, Tyre, dan Zahrani dalam satu hari.

Salah satu serangan terbaru terjadi di Borj Qalawieh, Distrik Tyre, yang menewaskan satu orang dan melukai satu lainnya akibat tembakan artileri Israel.

Di Kota Doueir, Provinsi Nabatieh, serangan udara menghantam sebuah bangunan di dekat kantor polisi dan menewaskan satu orang. Beberapa jam kemudian, serangan lain di lokasi yang sama kembali menewaskan tiga orang, sehingga total korban tewas di wilayah tersebut mencapai empat orang.

Serangan Drone dan Jet Tempur Telan Banyak Korban

Serangan juga menyasar kendaraan sipil di sejumlah wilayah. Seorang pemuda tewas setelah mobil yang dikendarainya menjadi sasaran drone di Kfar Rumman.

Di Distrik Bint Jbeil, serangan drone terhadap sebuah sepeda motor di jalan Bir al-Salasil–Kfar Dounine menewaskan pengendaranya.

Tiga orang lainnya dilaporkan tewas dalam serangan di Adchit, sementara dua orang tewas dan dua lainnya terluka ketika drone Israel menghantam sepeda motor di pusat Kota Marwaniyeh.

Jet tempur Israel juga melancarkan dua gelombang serangan ke Kfar Rumman dan beberapa lokasi lain, termasuk Wadi al-Namiriyeh, Mayfadoun, Al-Rayhan, serta kawasan antara Louaizeh dan Mlikh.

Di Kota Zefta, serangan udara menghancurkan sebuah rumah dan menewaskan seorang pria, sementara putranya mengalami luka-luka.

Empat orang, termasuk seorang paramedis, juga dilaporkan tewas dalam serangan udara di Zibdin, Nabatieh.

Rumah Sakit dan Bangunan Sipil Terdampak

Di Distrik Tyre, sedikitnya 12 orang terluka setelah serangan Israel menghantam area dekat Rumah Sakit Jabal Amel dan merobohkan sebuah bangunan milik Bank Audi.

Tim pertahanan sipil Lebanon segera mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan terdekat.

Selain serangan udara, artileri Israel juga menghantam sejumlah wilayah lain, termasuk Kfar Rumman, Nabatieh al-Fawqa, Choukin, Mayfadoun, Borj Qalawieh, dan Deir Kifa.

Israel Klaim Tewaskan Komandan Hezbollah

Secara terpisah, militer Israel mengklaim telah menewaskan Abd Harb, yang disebut sebagai komandan unit teknik Hezbollah, dalam serangan di Lebanon selatan pekan lalu.

Namun, Israel tidak memberikan bukti yang dapat diverifikasi terkait klaim tersebut, sementara Hezbollah belum mengeluarkan tanggapan resmi.

Gencatan Senjata Terancam Gagal

Gelombang serangan terbaru terjadi di tengah gencatan senjata rapuh yang berlaku sejak 17 April dan telah diperpanjang hingga awal Juli melalui mediasi Amerika Serikat.

Pemerintah Lebanon, Amerika Serikat, dan Israel sebelumnya mengumumkan kesepakatan untuk menghentikan seluruh serangan Hezbollah terhadap Israel serta menarik seluruh personel kelompok tersebut dari wilayah selatan Sungai Litani.

Presiden Lebanon Joseph Aoun mengatakan Washington akan menentukan waktu dan mekanisme penerapan kesepakatan tersebut.

Namun, pemimpin Hezbollah Naim Qassem menolak hasil pembicaraan langsung antara Lebanon dan Israel, sehingga menimbulkan kekhawatiran bahwa kesepakatan gencatan senjata dapat kembali runtuh.

Menurut data pemerintah Lebanon, lebih dari 3.550 orang tewas dan sekitar 10.800 lainnya terluka akibat serangan Israel sejak konflik terbaru pecah pada awal Maret.

Sumber: Anadolu

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.