Ketegangan AS-Iran Memanas, Militer Amerika Serang Fasilitas Radar Iran di Selat Hormuz

AKURAT.CO Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah militer AS melancarkan serangan terhadap sejumlah fasilitas radar pantai Iran pada Sabtu (6/6/2026). AS melakukan pencegatan dan penembakan drone Iran yang terbang menuju kawasan strategis Selat Hormuz.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan empat drone Iran berhasil ditembak jatuh setelah terdeteksi bergerak ke arah jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz. Seorang pejabat AS mengatakan drone tersebut diduga menargetkan lalu lintas maritim di kawasan tersebut.
Sebagai respons, militer AS melancarkan serangan terhadap situs pengawasan dan radar Iran di Goruk dan Pulau Qeshm, dua lokasi penting yang berada di sekitar Selat Hormuz.
Negosiasi Damai Terancam Terganggu
Eskalasi terbaru terjadi ketika Washington dan Teheran masih terlibat dalam perundingan tidak langsung untuk mencapai kesepakatan sementara guna menghentikan perang yang telah berlangsung selama tiga bulan.
Dalam pembahasan tersebut, Iran dilaporkan menuntut akses kembali terhadap miliaran dolar pendapatan minyak, pelonggaran sanksi ekspor energi, pencabutan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhannya, serta pengaruh lebih besar terhadap pengelolaan Selat Hormuz.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur energi paling vital di dunia. Sebelum konflik meletus, sekitar seperlima pasokan minyak global melewati perairan tersebut.
Trump Akui Iran Masih Memiliki Rudal dan Drone
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan sebagian besar fasilitas produksi rudal dan drone Iran telah dihancurkan dalam operasi militer sebelumnya. Namun, menurutnya, Iran masih memiliki persenjataan yang cukup signifikan.
"Mereka masih memiliki sejumlah rudal dan drone. Mungkin sekitar 21 hingga 22 persen dari kapasitas rudal yang mereka miliki sebelumnya. Jumlah itu masih cukup besar, tetapi tidak seperti saat konflik dimulai," kata Trump dalam wawancara dengan NBC News.
Trump juga mengakui bahwa pemerintah Iran masih menunjukkan sikap keras dalam perundingan meskipun berada di bawah tekanan militer dan ekonomi.
Menurutnya, kepemimpinan Iran tetap mempertahankan kebanggaan nasional dan membutuhkan waktu untuk menerima kompromi yang ditawarkan.
Konflik Meluas ke Lebanon
Di tengah meningkatnya ketegangan AS-Iran, konflik di Lebanon juga kembali memanas. Kelompok Hezbollah yang didukung Iran mengklaim telah melancarkan dua serangan terhadap pasukan Israel di wilayah selatan Lebanon, termasuk di sekitar Kastel Beaufort yang baru-baru ini direbut Israel.
Sementara itu, sumber keamanan Lebanon melaporkan serangan udara Israel kembali menghantam sejumlah kota di wilayah selatan negara tersebut.
Iran terus menegaskan dukungannya kepada Hezbollah dan menuntut Israel menarik seluruh pasukannya dari Lebanon selatan sebagai salah satu syarat utama tercapainya perdamaian regional.
Pemimpin Hezbollah Naim Qassem juga menolak kesepakatan yang dimediasi Amerika Serikat antara Israel dan pemerintah Lebanon karena tidak mencakup penarikan pasukan Israel dari wilayah yang diduduki.
Selat Hormuz Jadi Kunci Perdamaian Kawasan
Teheran menegaskan bahwa gencatan senjata antara Israel dan Hezbollah menjadi bagian penting dari setiap kesepakatan damai dengan Washington. Iran juga mengaitkan pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz dengan tercapainya stabilitas keamanan di kawasan.
Meski sejumlah gencatan senjata telah diumumkan Amerika Serikat dalam beberapa pekan terakhir, bentrokan dan serangan masih terjadi di Lebanon, Gaza, Israel utara, hingga kawasan Teluk.
Situasi tersebut menunjukkan bahwa upaya diplomasi untuk mengakhiri konflik regional masih menghadapi tantangan besar di tengah meningkatnya ketegangan militer di Timur Tengah.
Sumber: Miami Herald
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 7Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








