Akurat Logo

Sedikitnya 11 Migran Tewas Saat Diselamatkan di Laut Mediterania Dekat Malta

Fitra Iskandar | 9 Juni 2026, 06:40 WIB
Sedikitnya 11 Migran Tewas Saat Diselamatkan di Laut Mediterania Dekat Malta
11 Migran Tewas Tenggelam Saat Diselamatkan di Laut Mediterania Dekat Malta. Foto: AA

AKURAT.CO Sedikitnya 11 migran dilaporkan tewas setelah terjatuh ke laut saat proses penyelamatan sebuah kapal yang mengalami kesulitan di perairan internasional dekat Malta. Sementara itu, 53 migran lainnya berhasil diselamatkan dalam insiden yang kembali menyoroti krisis migrasi di kawasan Laut Mediterania.

Militer Malta pada Senin menyatakan bahwa pihak berwenang menerima laporan pada Minggu malam dari sebuah kapal nelayan mengenai keberadaan kapal migran yang berada dalam kondisi darurat sekitar 50 mil laut di sebelah timur Malta, di luar wilayah perairan teritorial negara tersebut.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Pusat Koordinasi Penyelamatan Malta segera menginstruksikan kapal nelayan yang berada di lokasi, bersama sejumlah kapal lain di sekitar kawasan, untuk memberikan bantuan kepada para migran.

Namun, situasi berubah menjadi tragis ketika sejumlah migran terjatuh ke laut saat berusaha berpindah menuju kapal penyelamat. Kondisi panik dan kepadatan penumpang diduga menjadi faktor yang memicu kecelakaan tersebut.

Sebuah kapal penjaga pantai Italia kemudian dikerahkan untuk membantu operasi pencarian dan evakuasi. Otoritas Italia mengonfirmasi bahwa 11 jenazah korban berhasil ditemukan dan dievakuasi dari lokasi kejadian.

Menurut informasi awal, kapal yang membawa para migran tersebut diketahui berangkat dari Libya, salah satu titik keberangkatan utama bagi ribuan migran yang mencoba menyeberangi Laut Mediterania menuju Eropa setiap tahunnya.

Insiden terbaru ini kembali menambah daftar panjang tragedi migran di jalur Mediterania yang dikenal sebagai salah satu rute migrasi paling berbahaya di dunia. Organisasi kemanusiaan berulang kali memperingatkan tingginya risiko kematian akibat kapal yang kelebihan muatan, cuaca buruk, serta aktivitas penyelundupan manusia.

Menteri Dalam Negeri dan Keamanan Malta, Glenn Bedingfield, menyampaikan belasungkawa atas jatuhnya korban jiwa dan mendesak adanya langkah yang lebih kuat dari negara-negara Eropa untuk mengatasi persoalan migrasi ilegal.

"Setiap nyawa yang hilang adalah terlalu banyak. Kami membutuhkan tindakan Eropa yang lebih kuat terhadap jaringan penyelundup manusia serta pendekatan bersama di kawasan Mediterania untuk mencegah tragedi serupa terulang," ujarnya.

Peristiwa ini kembali memicu perdebatan mengenai kebijakan migrasi Uni Eropa dan upaya penyelamatan kemanusiaan di Laut Mediterania yang hingga kini masih menghadapi berbagai tantangan.

Sumber: Anadolu

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.