Sedikitnya 11 Migran Tewas Saat Diselamatkan di Laut Mediterania Dekat Malta

AKURAT.CO Sedikitnya 11 migran dilaporkan tewas setelah terjatuh ke laut saat proses penyelamatan sebuah kapal yang mengalami kesulitan di perairan internasional dekat Malta. Sementara itu, 53 migran lainnya berhasil diselamatkan dalam insiden yang kembali menyoroti krisis migrasi di kawasan Laut Mediterania.
Militer Malta pada Senin menyatakan bahwa pihak berwenang menerima laporan pada Minggu malam dari sebuah kapal nelayan mengenai keberadaan kapal migran yang berada dalam kondisi darurat sekitar 50 mil laut di sebelah timur Malta, di luar wilayah perairan teritorial negara tersebut.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Pusat Koordinasi Penyelamatan Malta segera menginstruksikan kapal nelayan yang berada di lokasi, bersama sejumlah kapal lain di sekitar kawasan, untuk memberikan bantuan kepada para migran.
Namun, situasi berubah menjadi tragis ketika sejumlah migran terjatuh ke laut saat berusaha berpindah menuju kapal penyelamat. Kondisi panik dan kepadatan penumpang diduga menjadi faktor yang memicu kecelakaan tersebut.
Sebuah kapal penjaga pantai Italia kemudian dikerahkan untuk membantu operasi pencarian dan evakuasi. Otoritas Italia mengonfirmasi bahwa 11 jenazah korban berhasil ditemukan dan dievakuasi dari lokasi kejadian.
Menurut informasi awal, kapal yang membawa para migran tersebut diketahui berangkat dari Libya, salah satu titik keberangkatan utama bagi ribuan migran yang mencoba menyeberangi Laut Mediterania menuju Eropa setiap tahunnya.
Insiden terbaru ini kembali menambah daftar panjang tragedi migran di jalur Mediterania yang dikenal sebagai salah satu rute migrasi paling berbahaya di dunia. Organisasi kemanusiaan berulang kali memperingatkan tingginya risiko kematian akibat kapal yang kelebihan muatan, cuaca buruk, serta aktivitas penyelundupan manusia.
Menteri Dalam Negeri dan Keamanan Malta, Glenn Bedingfield, menyampaikan belasungkawa atas jatuhnya korban jiwa dan mendesak adanya langkah yang lebih kuat dari negara-negara Eropa untuk mengatasi persoalan migrasi ilegal.
"Setiap nyawa yang hilang adalah terlalu banyak. Kami membutuhkan tindakan Eropa yang lebih kuat terhadap jaringan penyelundup manusia serta pendekatan bersama di kawasan Mediterania untuk mencegah tragedi serupa terulang," ujarnya.
Peristiwa ini kembali memicu perdebatan mengenai kebijakan migrasi Uni Eropa dan upaya penyelamatan kemanusiaan di Laut Mediterania yang hingga kini masih menghadapi berbagai tantangan.
Sumber: Anadolu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







