Siswa di Inggris Meninggal Diduga Akibat Meningitis, Otoritas Kesehatan Siaga Usai Muncul Tiga Kasus

AKURAT.CO Seorang pelajar di wilayah selatan Inggris dilaporkan meninggal dunia setelah terinfeksi dugaan meningitis. Kasus ini memicu kewaspadaan otoritas kesehatan setempat terhadap potensi penyebaran penyakit mematikan tersebut.
Badan Keamanan Kesehatan Inggris atau UK Health Security Agency (UKHSA) pada Kamis mengonfirmasi terdapat tiga kasus yang terdeteksi di kalangan remaja yang memiliki keterkaitan dengan sebuah kampus pendidikan di Inggris selatan.
Salah satu kasus dipastikan merupakan meningitis tipe B, sementara hasil pemeriksaan dua kasus lainnya masih menunggu konfirmasi laboratorium.
Kantor dokter umum setempat menyebut korban meninggal merupakan siswa di Henley College.
Pihak kesehatan kini bergerak cepat dengan memberikan antibiotik pencegahan kepada orang-orang yang memiliki kontak dekat dengan para pasien.
“Jika Anda belum dihubungi oleh otoritas kesehatan, maka Anda tidak memerlukan perawatan,” demikian pernyataan resmi klinik setempat.
Meski demikian, otoritas kesehatan memastikan belum ada rencana pelaksanaan vaksinasi darurat massal.
UKHSA menegaskan risiko penularan kepada masyarakat luas masih tergolong rendah karena penyakit meningokokus umumnya menyebar melalui kontak dekat dalam waktu lama.
Pihak sekolah dan keluarga siswa juga telah menerima panduan terkait gejala meningitis yang harus diwaspadai, termasuk demam tinggi, sakit kepala, muntah, hingga muncul ruam pada tubuh.
Masyarakat diminta segera mencari bantuan medis apabila mengalami gejala mencurigakan.
Kasus ini kembali memicu kekhawatiran publik setelah wabah meningitis sebelumnya terjadi di wilayah Kent pada Maret lalu dan menewaskan dua orang.
Lonjakan kasus tersebut sempat menyebabkan peningkatan tajam permintaan vaksin meningitis di Inggris.
Meningitis sendiri merupakan penyakit langka namun sangat berbahaya karena menyerang selaput pelindung otak dan sumsum tulang belakang.
Di Inggris, sekitar 300 hingga 400 kasus meningitis tercatat setiap tahun, dengan kelompok paling rentan meliputi bayi, anak-anak, dan remaja dewasa muda.
Sumber: Arabnews
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal






