CNN Mengklaim Pembicaraan AS-Iran Masih Berjalan Sesuai Rencana Meskipun Eskalasi Meningkat

AKURAT.CO Amerika Serikat dan Iran dilaporkan tetap berada di jalur menuju kesepakatan damai meskipun ketegangan militer antara kedua negara kembali meningkat dalam dua hari terakhir.
Laporan CNN pada Kamis menyebutkan bahwa proses negosiasi antara Washington dan Teheran masih berlangsung sesuai rencana. Informasi tersebut disampaikan oleh seorang sumber diplomatik yang mengetahui perkembangan pembicaraan kedua negara.
Di saat jalur diplomasi terus berjalan, aksi saling serang antara Amerika Serikat dan Iran masih berlanjut untuk hari kedua berturut-turut. Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan bahwa Washington siap melancarkan serangan tambahan apabila Iran tidak segera menerima kesepakatan damai yang sedang dibahas.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) dalam keterangannya menyebut pasukan AS telah menyerang sejumlah target militer di Iran sejak Rabu malam hingga Kamis dini hari waktu setempat.
Militer AS mengklaim serangan tersebut dilakukan sebagai bentuk "pembelaan diri" setelah sebuah helikopter Amerika ditembak jatuh di kawasan Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan energi dunia.
Sebelumnya, Trump menilai Iran telah terlalu lama menunda proses negosiasi. Ia menegaskan bahwa Teheran harus menghadapi konsekuensi apabila tidak segera menyetujui kesepakatan yang ditawarkan.
Sejak gencatan senjata yang dimediasi Pakistan pada April lalu, kedua negara telah menggelar serangkaian pembicaraan untuk mencari solusi permanen atas konflik yang pecah pada 28 Februari.
Agenda utama perundingan mencakup upaya mengakhiri perang secara permanen, menjamin keamanan dan kelancaran pelayaran di Selat Hormuz, serta mencapai kesepakatan terkait program nuklir Iran yang selama ini menjadi sumber ketegangan dengan negara-negara Barat.
Meski konflik militer masih berlangsung, keberlanjutan dialog diplomatik dinilai menjadi sinyal bahwa kedua pihak masih membuka peluang untuk menghindari eskalasi yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Sumber: Anadolu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 7Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








