Akurat Logo

Kenali Gejala Tumor Otak, Sebagian Besar Kasus Primer Ternyata Bersifat Jinak

Winna Wandayani | 20 Juni 2026, 22:23 WIB
Kenali Gejala Tumor Otak, Sebagian Besar Kasus Primer Ternyata Bersifat Jinak
dr. Moch. Evodia Slamet R selaku Dokter Spesialis Bedah Saraf RS Premier Bintaro. (AKURAT.CO/Winna Wandayani)

AKURAT.CO Tumor otak masih menjadi salah satu penyakit yang sering menimbulkan kekhawatiran di masyarakat. Namun, tidak semua tumor otak bersifat ganas karena sebagian besar kasus tumor otak primer justru tergolong jinak.

Dokter Spesialis Bedah Saraf RS Premier Bintaro, dr. Moch. Evodia Slamet R, mengatakan tumor otak terbagi menjadi tumor primer dan sekunder. Tumor primer berasal dari jaringan atau selaput otak, sedangkan tumor sekunder merupakan penyebaran kanker dari organ lain.

"Berdasarkan data internasional, sekitar 72 persen tumor otak primer bersifat jinak, sedangkan 28 persen lainnya bersifat ganas," ujar dr. Evodia, saat bincang media yang digelar di Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Meski demikian, tumor otak tetap memerlukan perhatian serius karena pertumbuhannya dapat menekan jaringan otak dan memengaruhi fungsi tubuh. Kondisi ini dapat terjadi baik pada tumor jinak maupun ganas.

Gejala yang perlu diwaspadai antara lain:

- Nyeri kepala kronis yang semakin memberat dan disertai pandangan kabur.

- Kejang yang pertama kali muncul saat usia dewasa.

- Gangguan keseimbangan dan koordinasi tubuh.

- Kelemahan pada tangan atau kaki

- Penurunan kemampuan pendengaran.

- Perubahan kepribadian atau perilaku.

- Muntah menyemprot dan penurunan kesadaran.

Pada beberapa kasus, tumor otak dapat berkembang menjadi kondisi darurat medis apabila menyebabkan hidrosefalus atau penumpukan cairan di otak, maupun perdarahan pada tumor. Kondisi tersebut memerlukan penanganan segera untuk mencegah kerusakan otak permanen hingga kematian.

Untuk memastikan diagnosis, dokter biasanya memerlukan pemeriksaan CT Scan atau MRI dengan kontras. Pemeriksaan tersebut dinilai mampu memberikan gambaran tumor yang lebih jelas dibandingkan pemeriksaan tanpa kontras.

Pilihan penanganan tumor otak saat ini cukup beragam, mulai dari terapi obat untuk mengurangi gejala dan pembengkakan otak, operasi bedah saraf, radioterapi, hingga kemoterapi pada kasus tertentu. Pemilihan terapi akan disesuaikan dengan jenis tumor dan kondisi masing-masing pasien.

Dokter mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala neurologis yang berlangsung lama atau semakin memburuk. Deteksi dini dapat meningkatkan peluang keberhasilan terapi sekaligus membantu mencegah komplikasi yang lebih berat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.