Akurat Logo

Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Jumlah Kapal yang Melintas Langsung Anjlok

Fitra Iskandar | 22 Juni 2026, 09:14 WIB
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Jumlah Kapal yang Melintas Langsung Anjlok
Selat Hormuz. Foto: Reuters

AKURAT.CO Ketegangan di Timur Tengah kembali memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global setelah Iran mengumumkan penutupan kembali Selat Hormuz. Dampaknya langsung terasa, dengan jumlah kapal yang melintasi jalur pelayaran strategis tersebut merosot tajam hanya dalam waktu satu hari.

Data perusahaan analitik pelayaran Kpler menunjukkan hanya lima kapal yang tercatat melintasi Selat Hormuz pada Minggu. Angka ini turun drastis dibandingkan 26 kapal yang terpantau sehari sebelumnya.

Di antara kapal yang masih melintas terdapat tiga Very Large Crude Carrier (VLCC) atau kapal tanker minyak raksasa yang masing-masing mengangkut sekitar 2 juta barel minyak mentah dan bahan bakar dari Arab Saudi. Salah satu kapal tersebut diketahui berlayar menuju Jepang.

Penurunan lalu lintas ini terjadi setelah Iran kembali menutup jalur pelayaran tersebut dengan alasan adanya pelanggaran terhadap kesepakatan damai sementara oleh Israel dan Amerika Serikat.

Sebelumnya, Iran sempat melonggarkan blokade de facto di Selat Hormuz pekan lalu setelah mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat untuk memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari guna membuka ruang bagi proses negosiasi perdamaian.

Namun situasi berubah setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Sabtu mengumumkan penutupan kembali Selat Hormuz sebagai respons atas serangan Israel di Lebanon.

Jalur Energi Dunia Terancam

Meski demikian, militer Amerika Serikat menyatakan bahwa kapal-kapal komersial masih beroperasi di kawasan tersebut.

Baca Juga: Iran Tutup Selat Hormuz Setelah Israel Bombardir Lebanon Selatan

Data pelayaran menunjukkan sejumlah kapal tanker minyak masih berhasil keluar dari Selat Hormuz pada Sabtu. Tiga di antaranya merupakan VLCC yang membawa minyak mentah dari Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak.

Selain itu, terdapat tiga kapal tanker lain yang mengangkut berbagai produk minyak bumi.

Sementara itu, sebanyak 13 kapal tercatat memasuki Selat Hormuz pada hari yang sama, termasuk dua kapal tanker minyak berkapasitas sangat besar.

Situasi ini membuat negara-negara produsen minyak Teluk mulai mengambil langkah antisipasi. Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) dan Kuwait Petroleum Corporation dilaporkan telah mengeluarkan tender penjualan minyak mentah dengan opsi pemuatan baik dari dalam maupun luar Selat Hormuz.

Langkah tersebut dinilai sebagai upaya mengurangi risiko gangguan distribusi energi apabila penutupan jalur pelayaran terus berlanjut.

Titik Krusial Perdagangan Minyak Dunia

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling penting di dunia karena menjadi pintu keluar utama ekspor minyak dari negara-negara Teluk menuju pasar internasional.

Setiap hari, jutaan barel minyak mentah dan produk energi melewati perairan sempit tersebut. Gangguan sekecil apa pun di Selat Hormuz berpotensi memengaruhi harga minyak global serta meningkatkan ketidakpastian ekonomi dunia.

Dengan meningkatnya ketegangan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat, para pelaku pasar kini memantau perkembangan situasi secara ketat. Penutupan berkepanjangan di Selat Hormuz dapat menjadi faktor yang mendorong lonjakan harga energi dan memperbesar risiko krisis pasokan global.

Sumber: JPost

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.