Tragedi di Pakistan! Atap Tempat Bimbel Ambruk, 14 Anak Tewas dan Puluhan Korban Tertimbun

AKURAT.CO Tragedi memilukan terjadi di Kota Lahore, Pakistan. Atap sebuah tempat bimbingan belajar (bimbel) ambruk ketika proses belajar mengajar sedang berlangsung. Sedikitnya 14 anak dilaporkan meninggal dunia, sementara delapan lainnya mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Peristiwa itu terjadi pada Selasa waktu setempat di sebuah bangunan tua yang digunakan sebagai pusat bimbingan belajar di kawasan pinggiran Lahore, ibu kota Provinsi Punjab.
Menurut aparat kepolisian, tim penyelamat masih melakukan pencarian di bawah reruntuhan karena dikhawatirkan masih ada korban yang terjebak.
Pejabat Kepolisian Lahore, Faisal Kamran, mengatakan bangunan tersebut memiliki lantai dua yang masih dalam tahap pembangunan. Atap bagian itu diduga runtuh akibat kualitas konstruksi yang buruk sehingga menimpa ruang belajar di bawahnya.
"Operasi pencarian masih berlangsung karena ada laporan kemungkinan masih terdapat anak-anak yang tertimbun reruntuhan," ujarnya.
Polisi telah menangkap pemilik tempat bimbingan belajar serta seorang lainnya untuk menjalani penyelidikan terkait dugaan kelalaian.
Warga Ikut Gali Reruntuhan dengan Tangan Kosong
Sesaat setelah atap runtuh, ambulans dan petugas penyelamat langsung dikerahkan ke lokasi.
Warga sekitar juga berbondong-bondong membantu proses evakuasi. Sebagian menggunakan sekop, sementara yang lain menggali puing-puing dengan tangan kosong demi menyelamatkan anak-anak yang diduga masih terjebak di bawah reruntuhan.
Beberapa jam kemudian, suasana duka menyelimuti rumah sakit dan permukiman tempat para korban tinggal.
Tangis keluarga pecah saat jenazah anak-anak mulai diserahkan kepada orang tua. Banyak ibu dan kerabat korban terlihat menangis histeris, sementara puluhan warga mendatangi rumah-rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa.
"Kami bahkan tidak tahu harus mendatangi rumah siapa lebih dulu untuk menyampaikan belasungkawa karena begitu banyak keluarga yang kehilangan anak mereka," kata seorang warga, Zafar Iqbal.
Sebagian besar korban diketahui tinggal tidak jauh dari lokasi bimbingan belajar. Salat jenazah dijadwalkan digelar pada hari yang sama.
Bangunan Tua Diduga Tetap Dipakai untuk Belajar
Insiden ini memicu kemarahan warga yang menilai tempat bimbingan belajar tersebut tetap beroperasi meski menggunakan bangunan tua yang dinilai tidak layak dan berbahaya.
Masyarakat mendesak pemerintah memberikan hukuman tegas kepada pihak yang bertanggung jawab atas tragedi tersebut.
Bangunan yang ambruk dilaporkan merupakan rumah tua yang dialihfungsikan menjadi tempat bimbingan belajar, praktik yang cukup umum di Lahore. Banyak orang tua di Provinsi Punjab mengirim anak-anak mereka mengikuti les tambahan pada sore hingga malam hari.
Presiden Pakistan Sampaikan Duka
Presiden Pakistan Asif Ali Zardari dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban.
Dalam pernyataan terpisah, keduanya juga mendoakan kesembuhan bagi para korban luka serta meminta dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar keselamatan bangunan agar tragedi serupa tidak kembali terjadi.
Bangunan Ambruk Masih Sering Terjadi di Pakistan
Peristiwa bangunan ambruk masih kerap terjadi di Pakistan akibat lemahnya pengawasan terhadap standar konstruksi.
Banyak bangunan dibangun menggunakan material berkualitas rendah dan mengabaikan aturan keselamatan demi menekan biaya pembangunan. Kurang dari setahun lalu, sebuah gedung apartemen di Kota Karachi juga runtuh dan menewaskan lebih dari dua puluh orang.
Tragedi di Lahore kembali memunculkan sorotan terhadap pentingnya pengawasan keselamatan bangunan, terutama fasilitas yang digunakan untuk kegiatan pendidikan dan menampung banyak anak setiap harinya.
Sumber: CBSnews
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Drone Buatan Inggris Dipakai Ukraina, Rusia Mengancam: Semakin Terlibat, Semakin Tinggi Harga yang Harus Dibayar!
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Prabowo dan Jokowi Kompak di Peringatan HUT RI, Gerindra: Hal yang Wajar
- 10Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk







