Akurat Logo

Eks Kolonel Pentagon: Iran Semakin Melemah, Era Dominasi Teheran di Timur Tengah Mulai Berakhir

Fitra Iskandar | 3 Juli 2026, 20:27 WIB
Eks Kolonel Pentagon: Iran Semakin Melemah, Era Dominasi Teheran di Timur Tengah Mulai Berakhir
Eks Kolonel Pentagon: Iran Semakin Melemah. Foto: Unsplash

AKURAT.CO Mantan Kolonel Angkatan Darat Amerika Serikat sekaligus mantan Direktur Kebijakan Semenanjung Arab di Pentagon, David Des Roches, menilai Iran kini memasuki fase kemunduran strategis jangka panjang. Menurutnya, Republik Islam itu keluar dari konflik terbaru dengan posisi militer yang lebih lemah, semakin terisolasi secara diplomatik, dan menghadapi tekanan ekonomi yang terus membesar.

Dalam wawancara dengan RFE/RL, Des Roches mengatakan gencatan senjata terbaru dan pembicaraan antara Washington dan Teheran tidak mengubah fakta bahwa keseimbangan kekuatan di kawasan mulai bergeser menjauhi Iran. Ia menilai pemerintah Iran berusaha menggambarkan konflik sebagai kemenangan, tetapi kenyataannya justru sebaliknya.

Negosiasi Dinilai Sulit Berhasil

Des Roches menjelaskan proses diplomasi menghadapi hambatan besar karena kedua pihak sama-sama ingin mengklaim kemenangan sehingga sulit mencapai kompromi.

Selain itu, menurutnya, belum jelas siapa yang benar-benar memegang kendali di Iran. Para negosiator sering menyampaikan satu sikap, tetapi pejabat Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) maupun anggota parlemen kemudian mengeluarkan pernyataan berbeda yang justru bertolak belakang.

"Kondisi seperti ini membuat sangat sulit mencapai kesepakatan karena tidak ada kepastian siapa yang memiliki otoritas terakhir dalam pengambilan keputusan," ujarnya.

Iran Dinilai Kehilangan Kemampuan Militer

Des Roches juga menilai kemampuan militer Iran saat ini jauh lebih terbatas dibandingkan yang selama ini dipersepsikan.

Menurutnya, apabila Iran benar-benar memiliki kekuatan besar, negara itu sejak awal perang seharusnya mampu meluncurkan ratusan rudal secara serentak ke pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah.

Namun yang terjadi justru sebaliknya. Serangan yang dilakukan Iran hanya berupa serangan sporadis terhadap infrastruktur sipil maupun kapal dagang yang tidak memberikan dampak strategis secara militer.

"Iran belum pernah menenggelamkan kapal perang Amerika Serikat. Yang menjadi sasaran justru kapal-kapal dagang sipil," katanya.

Ancaman di Selat Hormuz Disebut Tekanan Ekonomi

Peringatan Iran terhadap kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz juga dinilai lebih bertujuan menciptakan kepanikan di pasar asuransi maritim dibanding menunjukkan dominasi militer.

Des Roches mengatakan sasaran utama Iran adalah perusahaan asuransi internasional agar menaikkan premi pelayaran sehingga biaya distribusi minyak meningkat.

Meski demikian, kapal perang Amerika Serikat maupun kapal tanker milik negara masih tetap melintasi kawasan tersebut melalui perairan Oman, sementara setiap serangan Iran langsung dibalas oleh militer Amerika Serikat.

Ia menyebut strategi tersebut sebagai bentuk tekanan ekonomi, bukan keunggulan militer.

Negara Teluk Mulai Kehilangan Kepercayaan

Menurut Des Roches, konflik terbaru juga mengubah cara pandang negara-negara Teluk terhadap Iran.

Sebelumnya, sejumlah negara di kawasan masih percaya hubungan ekonomi dapat meredakan ketegangan dengan Teheran. Namun setelah tetap menjadi sasaran ancaman meski memilih tidak terlibat dalam konflik, pandangan tersebut mulai berubah.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.