Akurat Logo

Drone Ukraina Hantam Terminal Minyak St. Petersburg, Rusia Kian Tertekan di Tahun Kelima Perang

Fitra Iskandar | 5 Juli 2026, 13:42 WIB
Drone Ukraina Hantam Terminal Minyak St. Petersburg, Rusia Kian Tertekan di Tahun Kelima Perang
Wakil Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia Pertama, Kolonel Jenderal Sergei Rudskoy. Foto: india.mid

AKURAT.CO Ukraina kembali melancarkan serangan jarak jauh ke wilayah Rusia dengan menargetkan terminal minyak di St. Petersburg pada Sabtu (4/7/2026). Serangan drone tersebut menjadi bagian dari strategi Kyiv untuk menghantam infrastruktur energi Rusia yang menjadi sumber pendanaan perang.

Gubernur St. Petersburg Alexander Beglov mengatakan serangan menghantam kawasan Distrik Kirovsky di pesisir Laut Baltik. Di saat yang sama, sistem pertahanan udara Rusia diklaim berhasil mencegat 72 drone Ukraina yang menyerang kota terbesar kedua di Rusia beserta wilayah sekitarnya.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengonfirmasi operasi tersebut dan menyebut serangan itu sebagai bagian dari strategi "sanksi jarak jauh" terhadap Rusia.

"Pasukan pertahanan Ukraina menyerang infrastruktur minyak pelabuhan yang menghasilkan uang untuk membiayai perang Rusia. Kami juga menghantam Kronstadt, yang merupakan target militer penting," kata Zelensky melalui akun Telegram resminya.

Selain terminal minyak, Ukraina mengklaim menyerang fasilitas militer di Pulau Kronstadt, pangkalan strategis Angkatan Laut Rusia yang berada di lepas pantai St. Petersburg.

Infrastruktur Energi Rusia Terus Jadi Sasaran

Dalam beberapa bulan terakhir, Ukraina hampir setiap hari melancarkan serangan drone jarak jauh ke kilang minyak, depot bahan bakar, hingga terminal energi Rusia.

Serangan tersebut dilaporkan mulai mengganggu distribusi bahan bakar di sejumlah wilayah Rusia dan meningkatkan tekanan terhadap Kremlin di tengah perang yang kini memasuki tahun kelima.

Distrik Kirovsky sendiri sebelumnya juga menjadi sasaran serangan pada Juni lalu, menjelang berlangsungnya St. Petersburg International Economic Forum.

Putin Sebut Serangan Tak Pengaruhi Jalannya Perang

Meski serangan terhadap fasilitas energi terus meningkat, Presiden Rusia Vladimir Putin tetap menegaskan bahwa serangan Ukraina tidak akan mengubah jalannya perang.

Putin menyebut serangan terhadap infrastruktur energi Rusia bukan ancaman serius, melainkan upaya Kyiv mengalihkan perhatian dari situasi di garis depan.

Sehari sebelumnya, Putin mengunjungi markas militer Rusia dan menerima laporan mengenai klaim keberhasilan pasukan Rusia merebut kota Kostyantynivka, yang disebut memiliki nilai strategis menuju wilayah Sloviansk dan Kramatorsk di Donetsk.

Namun, Zelensky langsung membantah klaim tersebut.

"Itu hanyalah kebohongan Rusia untuk menciptakan narasi baru. Jika Kostyantynivka benar-benar dikuasai Rusia, mungkin Putin bisa bertemu saya di sana untuk mengakhiri perang secara diplomatik," ujar Zelensky.

Belgorod Lumpuh, Zaporizhzhia Kembali Diserang

Di wilayah Rusia lainnya, kota perbatasan Belgorod dilaporkan mengalami pemadaman listrik hampir total setelah serangan drone Ukraina pada Sabtu dini hari.

Sementara itu, di pihak Ukraina, serangan balasan Rusia menghantam kawasan permukiman di Zaporizhzhia, menyebabkan sedikitnya delapan orang terluka, termasuk dua anak-anak.

Perang Rusia-Ukraina yang telah berlangsung lebih dari empat tahun kini tidak lagi hanya berkutat di garis depan pertempuran. Serangan terhadap infrastruktur energi dan wilayah sipil di kedua negara menunjukkan eskalasi konflik yang semakin meluas dan berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.

Sumber: Reuters

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.