Akurat Logo

Trump Desak NATO Naikkan Anggaran Pertahanan 5 Persen PDB, Militer Eropa Masih Bergantung pada AS

Fitra Iskandar | 6 Juli 2026, 16:51 WIB
Trump Desak NATO Naikkan Anggaran Pertahanan 5 Persen PDB, Militer Eropa Masih Bergantung pada AS
Ilustrasi pasukan AS. Foto: Pixabay

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Ankara, Turki, pekan ini dengan membawa misi Utama yakni memastikan seluruh negara anggota memenuhi komitmen menaikkan anggaran pertahanan menjadi 5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) dalam kurun waktu 10 tahun.

Target tersebut menjadi ujian penting bagi pengaruh Trump di dalam aliansi militer Atlantik Utara, di tengah masih adanya perbedaan pandangan dengan sejumlah sekutu mengenai perang Iran, konflik Ukraina, hingga hubungan diplomatik dengan beberapa pemimpin dunia.

Selain membahas penguatan pertahanan NATO, KTT Ankara juga diperkirakan akan didominasi pembahasan mengenai perang Ukraina yang masih berlangsung melawan Rusia.

Gedung Putih mengonfirmasi Trump dijadwalkan bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Rabu. Di sela-sela pertemuan, Trump juga akan menggelar pembicaraan bilateral dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan serta Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa.

Trump Tekan Anggota NATO Tingkatkan Belanja Militer

Menjelang keberangkatannya ke Ankara, Trump kembali mengkritik besarnya beban anggaran pertahanan yang selama ini ditanggung Amerika Serikat dibanding negara-negara anggota NATO lainnya.

Duta Besar Amerika Serikat untuk NATO, Matt Whitaker, menegaskan bahwa Trump mengharapkan seluruh sekutu segera mengambil langkah konkret.

"Presiden Trump sepenuhnya berharap semua anggota segera bergerak menuju target 5 persen dan melaksanakannya dengan penuh urgensi," kata Whitaker kepada wartawan.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte sebelumnya berupaya menunjukkan bahwa komitmen negara-negara anggota terus meningkat sejak Trump pertama kali menjabat pada 2017.

Pengamat senior Hudson Institute, Luke Coffey, menyebut KTT Ankara sebagai "rapor pertama" setelah kesepakatan yang dicapai dalam KTT NATO tahun lalu di Den Haag.

Menurutnya, jika para pemimpin NATO datang dengan rencana yang jelas untuk memenuhi target tersebut, Trump akan memperoleh kemenangan politik yang signifikan.

Ukraina Masih Jadi Agenda Utama

Selain isu anggaran pertahanan, perang Ukraina tetap menjadi fokus utama pertemuan para pemimpin NATO.

Trump diketahui baru saja berbicara melalui telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada 4 Juli.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.