Aparat Sibuk Amankan Piala Dunia, Kartel Meksiko Diduga Serang Permukiman dengan Drone Bom

AKURAT.CO Gelombang kekerasan kembali mengguncang Meksiko setelah sekelompok warga di pedesaan negara bagian Guerrero melaporkan serangan menggunakan drone yang membawa bom oleh kartel narkoba pada Rabu pagi.
Serangan tersebut terjadi bersamaan dengan baku tembak antara kartel La Nueva Familia Michoacana dan kelompok warga bersenjata (vigilante) yang selama ini berupaya mempertahankan wilayah mereka.
Menurut kesaksian warga, serangan dimulai sekitar pukul 06.00 waktu setempat. Mereka mengaku telah berulang kali memperingatkan aparat keamanan selama beberapa pekan terakhir bahwa kartel semakin mendekati permukiman mereka, namun tidak ada tindakan pencegahan yang dilakukan.
Seorang warga bernama Marilu Solorio (24) mengatakan dirinya bersama sekitar 70 perempuan, anak-anak, dan lansia terpaksa berlindung di sebuah klinik kesehatan yang sudah tidak digunakan lagi saat ledakan dari drone dan suara tembakan terus terdengar di luar bangunan.
"Saat sebagian orang merayakan gol di Piala Dunia, kami justru dibantai oleh drone yang membawa bom. Pemerintah seharusnya melindungi warga seperti kami yang tidak pernah melakukan kesalahan," ujarnya melalui sambungan telepon.
Keamanan Difokuskan ke Kota Tuan Rumah Piala Dunia
Insiden ini terjadi ketika pemerintah Meksiko mengerahkan puluhan ribu personel keamanan untuk mengamankan kota-kota penyelenggara Piala Dunia, seperti Mexico City, Guadalajara, dan Monterrey.
Presiden Claudia Sheinbaum sebelumnya meningkatkan pengamanan setelah meningkatnya ancaman dari kelompok kriminal, termasuk menyusul insiden kekerasan di Guadalajara pada Februari lalu. Pemerintah juga menghadapi tekanan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang sempat mengancam akan mengambil tindakan militer terhadap kartel narkoba.
Sekitar 100.000 personel keamanan ditempatkan di berbagai kota penyelenggara turnamen. Strategi tersebut dinilai berhasil menjaga jalannya pertandingan tanpa gangguan keamanan berarti hingga rangkaian laga di Meksiko berakhir pada Minggu.
Namun, analis keamanan David Saucedo menilai konsentrasi aparat di kota-kota besar justru menciptakan celah keamanan di wilayah lain.
"Ketika ribuan personel dipindahkan untuk mengamankan kota tuan rumah Piala Dunia, sejumlah daerah yang bukan lokasi pertandingan menjadi jauh lebih rentan terhadap serangan kelompok kriminal," katanya.
Warga Sebut Sudah Berkali-kali Meminta Bantuan
Warga di komunitas Guajes de Ayala mengaku telah mengunggah berbagai rekaman di media sosial yang memperlihatkan drone kartel terbang di atas desa serta pergerakan para anggota bersenjata menuju permukiman mereka.
Meski demikian, mereka mengaku tidak ada aparat yang datang memberikan perlindungan saat serangan berlangsung. Sebagian warga berlindung di gereja, sementara lainnya mencari perlindungan di bangunan kosong.
Setelah laporan mengenai serangan itu mendapat perhatian media internasional, Kabinet Keamanan Meksiko melalui platform X menyatakan bahwa informasi mengenai serangan tersebut "belum dapat dikonfirmasi" oleh otoritas setempat. Pemerintah menambahkan bahwa pasukan keamanan negara bagian sedang menuju lokasi untuk memverifikasi situasi, memperkuat kehadiran aparat, serta memberikan perlindungan kepada masyarakat.
Konflik Kartel di Guerrero Terus Memburuk
Wilayah Guerrero selama bertahun-tahun menjadi salah satu pusat konflik antarorganisasi kriminal di Meksiko. Kartel La Nueva Familia Michoacana dilaporkan terus memperluas pengaruhnya ke berbagai daerah pedesaan.
Akibat meningkatnya kekerasan, ratusan warga dilaporkan telah meninggalkan rumah mereka. Sementara itu, sejumlah pria di wilayah tersebut membentuk kelompok pertahanan sipil untuk melawan kartel.
Kelompok vigilante tersebut disebut memperoleh persenjataan berat, granat, hingga drone pengintai yang digunakan untuk memantau pergerakan anggota kartel.
Di tengah meningkatnya konflik, kekerasan juga terus terjadi di berbagai wilayah Meksiko. Dalam beberapa hari terakhir, bentrokan di negara bagian Sinaloa menewaskan seorang anggota angkatan laut dan 10 orang yang diduga anggota geng bersenjata. Selain itu, jasad seorang jurnalis yang sebelumnya diculik ditemukan di Veracruz, sementara delapan mayat dengan pesan dari kartel ditemukan di Chiapas.
Bagi warga Guerrero, serangan drone pada Rabu menjadi bukti terbaru bahwa konflik yang telah berlangsung bertahun-tahun semakin memburuk. Mereka mengaku telah berulang kali memperingatkan pemerintah mengenai ancaman tersebut, namun saat serangan benar-benar terjadi, mereka harus bertahan hidup tanpa bantuan.
Sumber: Indiatoday
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026





