Akurat Logo

Israel Kembali Ledakkan Wilayah Lebanon Selatan, Ketegangan Memanas Jelang Perundingan di Roma

Fitra Iskandar | 9 Juli 2026, 17:07 WIB
Israel Kembali Ledakkan Wilayah Lebanon Selatan, Ketegangan Memanas Jelang Perundingan di Roma
Ilustrasi serangan Israel ke Lebanon. Foto: Vox

AKURAT.CO Militer Israel kembali melancarkan operasi penghancuran di wilayah Lebanon selatan pada Rabu malam hingga Kamis dini hari waktu setempat. Serangkaian ledakan besar mengguncang kawasan perbatasan meski kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat masih berlaku.

Laporan National News Agency (NNA) Lebanon menyebut pasukan Israel membongkar sejumlah bangunan di Kota Khiam dan meledakkan bahan peledak di wilayah Taybeh yang berdekatan.

Warga melaporkan sedikitnya satu ledakan besar terjadi di Khiam sebelum disusul empat ledakan lainnya. Dentuman keras terdengar hingga ke sejumlah wilayah di Lebanon selatan, memicu kembali kekhawatiran atas memburuknya situasi keamanan di kawasan tersebut.

Operasi Militer Terjadi Jelang Perundingan Damai di Roma

Aksi militer terbaru Israel berlangsung hanya sehari setelah Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar mengumumkan bahwa Israel dan Lebanon akan kembali menggelar putaran perundingan di Roma, Italia, pekan depan.

Pertemuan tersebut dijadwalkan membahas implementasi kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat dan ditandatangani pada 26 Juni lalu.

Dalam kesepakatan tersebut, Israel berkomitmen melakukan penarikan pasukan secara bertahap dari wilayah Lebanon selatan sebagai bagian dari upaya meredakan konflik yang telah berlangsung berbulan-bulan.

Namun, operasi penghancuran yang kembali dilakukan Israel menimbulkan pertanyaan mengenai komitmen kedua pihak terhadap proses perdamaian, sekaligus menunjukkan bahwa kondisi di lapangan masih sangat rapuh.

Korban Konflik Terus Bertambah

Di tengah upaya diplomatik yang sedang berlangsung, jumlah korban jiwa akibat konflik Israel-Lebanon terus meningkat.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Lebanon, sejak eskalasi konflik pada 2 Maret, sedikitnya 4.321 orang dilaporkan tewas, sementara 12.203 lainnya mengalami luka-luka.

Angka tersebut menjadikan konflik kali ini sebagai salah satu yang paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir di sepanjang perbatasan kedua negara.

Israel Masih Pertahankan Kehadiran Militer

Selain melanjutkan operasi penghancuran, militer Israel juga dilaporkan masih mempertahankan keberadaannya di sejumlah titik strategis di Lebanon selatan.

Sebagian wilayah tersebut telah dikuasai selama bertahun-tahun, sementara area lainnya direbut dalam rangkaian konflik yang berlangsung sepanjang 2023 hingga 2024.

Dalam operasi terakhir, pasukan Israel disebut sempat bergerak lebih dari 10 kilometer memasuki wilayah Lebanon, memicu kekhawatiran akan potensi meningkatnya ketegangan di kawasan perbatasan.

Perkembangan terbaru ini diperkirakan akan menjadi perhatian utama dalam perundingan Israel-Lebanon di Roma, yang diharapkan mampu memperkuat implementasi gencatan senjata dan mencegah eskalasi konflik lebih lanjut.

Sumber: Yenisafak

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.