Israel dan Hizbullah Terlibat Baku Tembak Sengit, Akibat Serangan yang Menewaskan Ratusan Orang di Lebanon!

AKURAT.CO Baru-baru ini, militer Israel mengumumkan bahwa mereka telah menyerang puluhan target Hizbullah di Lebanon selatan sepanjang malam, setelah sebelumnya melancarkan serangan udara besar-besaran.
Serangan tersebut menjadi yang paling mematikan di Lebanon dalam beberapa dekade karena menjatuhkan banyak korban di Lebanon, baik Hizbullah maupun warga.
Dikutip dari Reuters, Selasa (24/9/2024), Hizbullah tidak terima atas serangan tersebut, sehingga mereka mengklaim telah menargetkan beberapa lokasi militer Israel, termasuk pabrik bahan peledak sejauh 60 km (37 mil) ke dalam wilayah Israel, menggunakan serangkaian roket Fadi.
Seperti yang dilaporkan Reuters, Israel sudah menyerang pabrik bahan peledak milik Hizbullah sekitar pukul 4 pagi dan lapangan terbang Megiddo sebanyak tiga kali dalam semalam.
Baca Juga: Israel Kembali Luncurkan Serangan Besar di Lebanon, Hizbullah Jadi Target!
Usai hampir setahun berperang melawan Hamas di Gaza di perbatasan selatan, kini fokus serangan militer Israel justru memusatkan ke perbatasan utara.
Pusat tersebut merupakan tempat Hizbullah menembakkan roket ke Israel sebagai bentuk dukungan terhadap Hamas, yang juga didukung oleh Iran.
Militer Israel menyatakan telah menargetkan sel pasukan Hizbullah, serta menggunakan artileri dan tank untuk menyerang Hizbullah lainnya di selatan.
Polisi di Israel utara juga sudah melaporkan bahwa pecahan rudal pencegat ditemukan di beberapa wilayah.
Baca Juga: Hizbullah Tembakkan 85 Rudal ke Israel, 3 Orang Terluka
Sementara laporan dari pihak berwenang Lebanon, mengatakan bahwa serangan udara Israel pada Senin kemarin, telah menewaskan hampir 500 orang dan memaksa puluhan ribu warga mengungsi demi keselamatan.
Sebelumnya, Israel sudah memperingatkan warga Lebanon untuk meninggalkan wilayah yang diduga digunakan sebagai tempat penyimpanan senjata oleh kelompok bersenjata Hizbullah, kini serangkaian baku tembak lintas perbatasan paling intens mulai terjadi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









