Akurat Logo

Pesawat Militer AS Tingkatkan Aktivitas di Sekitar Iran, Ketegangan Kawasan Kembali Memanas

Lufaefi | 10 Juli 2026, 08:31 WIB
Pesawat Militer AS Tingkatkan Aktivitas di Sekitar Iran, Ketegangan Kawasan Kembali Memanas
Pesawat AS di Langit Iran (foto: AP)

AKURAT.CO Aktivitas militer Amerika Serikat (AS) di sekitar wilayah Iran kembali meningkat di tengah pecahnya kembali konflik antara kedua negara. Sejumlah pesawat militer AS terpantau beroperasi di kawasan Teluk Persia, Teluk Oman, dan wilayah udara sekitarnya, memicu kekhawatiran akan meluasnya eskalasi konflik di Timur Tengah.

Berdasarkan data pelacakan penerbangan yang dikutip sejumlah media internasional, sedikitnya lima pesawat tanker militer AS terdeteksi terbang di kawasan tersebut pada Kamis (9/7/2026). Kehadiran pesawat pengisi bahan bakar di udara itu dinilai menjadi indikator meningkatnya intensitas operasi militer Amerika Serikat.

Pesawat yang terpantau meliputi tiga unit Boeing KC-135R Stratotanker dan dua unit Boeing KC-46A Pegasus. Kedua jenis pesawat tersebut berfungsi mengisi bahan bakar pesawat tempur maupun pesawat pembom saat menjalankan misi jarak jauh sehingga memungkinkan operasi udara berlangsung lebih lama.

Baca Juga: Iran Klaim Serang Target Militer AS Usai Pemakaman Khamenei, Ketegangan Timur Tengah Kembali Memanas

Selain pesawat tanker, AS juga mengoperasikan setidaknya satu Boeing E-3B Sentry atau Airborne Warning and Control System (AWACS). Pesawat ini memiliki kemampuan pengawasan udara, komando, kendali, serta komunikasi militer dalam berbagai kondisi cuaca sehingga menjadi salah satu aset penting dalam operasi militer modern.

Peningkatan aktivitas udara tersebut terjadi setelah Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap sejumlah target militer Iran sejak awal pekan ini. Washington menyebut operasi tersebut sebagai respons atas serangan Iran terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan energi dunia.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) sebelumnya mengumumkan telah menyerang sekitar 90 target militer Iran dalam beberapa hari terakhir. Target yang disasar disebut mencakup fasilitas pertahanan udara, pusat komando, hingga infrastruktur militer lainnya.

Di sisi lain, Iran juga meningkatkan respons militernya. Pemerintah Teheran sebelumnya mengancam akan menyerang pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di berbagai negara Timur Tengah apabila Washington terus melakukan operasi militer di wilayahnya.

Situasi semakin memanas setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa nota kesepahaman (MoU) gencatan senjata yang sebelumnya disepakati dengan Iran pada 17 Juni 2026 sudah tidak lagi berlaku. Pernyataan tersebut menandai berakhirnya masa jeda konflik yang sempat berlangsung selama beberapa pekan.

Baca Juga: Mendag Budi: Kualitas Produk Lokal Dongkrak Permintaan Konsumen

Meningkatnya mobilisasi pesawat militer dan saling serang antara kedua negara memunculkan kekhawatiran masyarakat internasional terhadap potensi meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah. Sejumlah negara dan organisasi internasional terus menyerukan penyelesaian melalui jalur diplomasi guna mencegah dampak yang lebih besar terhadap stabilitas regional maupun perekonomian global.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi