Akurat Logo

Serangan AS di Lima Provinsi Iran Tewaskan 14 Orang, Ketegangan Kedua Negara Kembali Memuncak

Lufaefi | 10 Juli 2026, 09:40 WIB
Serangan AS di Lima Provinsi Iran Tewaskan 14 Orang, Ketegangan Kedua Negara Kembali Memuncak
Ilustrasi Perang Iran vs AS Israel (istimewa)

AKURAT.CO Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali meningkat setelah serangan militer yang dilancarkan AS di sejumlah wilayah Iran dilaporkan menewaskan sedikitnya 14 orang. Selain korban jiwa, puluhan warga lainnya mengalami luka-luka akibat serangan yang terjadi selama dua hari terakhir.

Kementerian Kesehatan Iran menyatakan serangan berlangsung pada Rabu (8/7/2026) hingga Kamis (9/7/2026) dan menyasar lima provinsi di negara tersebut. Kepala Pusat Hubungan Masyarakat dan Informasi Kementerian Kesehatan Iran, Hossein Kermanpour, mengatakan hingga saat ini tercatat 14 korban meninggal dunia dan 78 orang lainnya mengalami luka-luka.

"Amerika Serikat menargetkan lima provinsi di Iran dengan serangan pada 8 dan 9 Juli," tulis Kermanpour melalui akun media sosial X.

Dari total korban luka, sebanyak 47 orang masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit, sementara sisanya telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan medis.

Baca Juga: Pesawat Militer AS Tingkatkan Aktivitas di Sekitar Iran, Ketegangan Kawasan Kembali Memanas

Sementara itu, kantor berita resmi Iran, IRNA, melaporkan sedikitnya tiga orang tewas dalam serangan yang terjadi di sekitar Kota Ahvaz, Provinsi Khuzestan, Iran barat daya. Informasi tersebut disampaikan Wakil Gubernur Khuzestan Bidang Keamanan, Valiollah Hayati.

Gelombang serangan terbaru ini terjadi setelah nota kesepahaman atau gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat dinyatakan berakhir. Situasi tersebut kembali memicu meningkatnya eskalasi konflik yang sempat mereda dalam beberapa pekan terakhir.

Pemerintah Amerika Serikat sebelumnya menuduh Iran menyerang tiga kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz. Tuduhan tersebut menjadi dasar Washington melancarkan operasi militer terhadap berbagai sasaran di wilayah Iran.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan operasi tersebut menyasar lebih dari 170 target militer dalam kurun waktu dua hari. Sasaran yang diserang meliputi sistem pertahanan udara, fasilitas pengawasan pesisir, infrastruktur rudal, gudang pesawat nirawak (drone), kemampuan angkatan laut, hingga fasilitas milik Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC).

Serangan tersebut memperlihatkan meningkatnya intensitas operasi militer AS di kawasan Timur Tengah. Di sisi lain, Iran sebelumnya juga telah melancarkan sejumlah serangan balasan terhadap kepentingan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk sebagai respons atas operasi Washington.

Baca Juga: Iran Klaim Serang Target Militer AS Usai Pemakaman Khamenei, Ketegangan Timur Tengah Kembali Memanas

Meningkatnya konflik antara kedua negara memicu kekhawatiran masyarakat internasional terhadap stabilitas kawasan, terutama karena Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling strategis di dunia. Gangguan terhadap kawasan tersebut dikhawatirkan dapat berdampak pada distribusi minyak global serta memengaruhi stabilitas ekonomi internasional.

Hingga Jumat (10/7/2026), belum ada tanda-tanda penurunan eskalasi. Berbagai negara terus menyerukan penyelesaian melalui jalur diplomasi guna mencegah konflik berkembang menjadi perang yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi