AS Luncurkan Gelombang Serangan Baru ke Iran, Puluhan Target Militer Dihantam Demi Amankan Selat Hormuz

AKURAT.CO Amerika Serikat kembali melancarkan gelombang serangan militer terhadap Iran dengan menghantam puluhan target strategis yang diklaim digunakan untuk mengancam pelayaran internasional di Selat Hormuz. Operasi terbaru ini dilakukan sebagai bagian dari upaya Washington melemahkan kemampuan militer Teheran dalam mengganggu jalur perdagangan energi dunia.
Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan operasi tersebut menyasar sejumlah fasilitas militer Iran menggunakan amunisi berpemandu presisi.
Puluhan Target Militer Iran Jadi Sasaran
Dalam pernyataan resminya, CENTCOM mengungkapkan serangan dilakukan terhadap puluhan target di berbagai lokasi yang dinilai memiliki peran penting dalam operasi militer Iran di kawasan Teluk.
Target yang dihantam meliputi sistem pertahanan udara, radar pantai, fasilitas rudal, kemampuan drone tempur, hingga kapal-kapal kecil yang disebut digunakan dalam operasi di Selat Hormuz.
Untuk menjalankan misi tersebut, militer AS mengerahkan berbagai aset tempur, termasuk pesawat tempur, kapal perang, drone kamikaze udara, serta drone serang laut sekali pakai yang untuk pertama kalinya digunakan dalam operasi militer terhadap Iran.
AS Tegaskan Iran Tidak Menguasai Selat Hormuz
CENTCOM menegaskan bahwa Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran internasional yang sangat penting bagi perdagangan global dan tidak berada di bawah kendali Iran.
"Selat Hormuz adalah koridor maritim vital bagi perdagangan dunia. Iran tidak menguasainya," demikian pernyataan CENTCOM.
Washington menegaskan akan terus menjaga kebebasan navigasi di kawasan tersebut di tengah meningkatnya ketegangan dengan Teheran.
Siap Lindungi Kapal Komersial
Militer Amerika menyatakan seluruh kekuatannya tetap berada dalam posisi siap siaga untuk memastikan kapal-kapal dagang internasional dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman.
CENTCOM menuding Iran terus melakukan tindakan agresif, intimidasi, ancaman, serta mengeluarkan pernyataan sepihak yang berpotensi mengganggu aktivitas pelayaran internasional.
"Pasukan Amerika Serikat siap memastikan kebebasan navigasi tetap terjaga bagi kapal-kapal komersial meskipun Iran terus melakukan agresi, intimidasi, ancaman, dan deklarasi sepihak yang tidak berdasar," tulis CENTCOM.
Ketegangan di Timur Tengah Terus Meningkat
Serangan terbaru ini menjadi bagian dari eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang dalam beberapa hari terakhir kembali memanas.
Perselisihan kedua negara dipicu oleh meningkatnya insiden terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz, salah satu jalur distribusi minyak paling strategis di dunia.
Analis menilai operasi militer terbaru Washington berpotensi memperbesar risiko konfrontasi terbuka apabila tidak diikuti dengan langkah-langkah diplomatik untuk meredakan ketegangan di kawasan.
Sumber: Anadolu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 7Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








