Polandia Gelar Latihan Militer Bersama Inggris dan Prancis, Persiapan Hadapi Ancaman Rusia dan Dukung Ukraina
AKURAT.CO Perdana Menteri Polandia Donald Tusk mengumumkan bahwa pasukan Inggris dan Prancis akan mengikuti latihan militer bersama di wilayah Polandia pada musim gugur tahun ini. Latihan tersebut menjadi bagian dari upaya negara-negara Eropa memperkuat kesiapan pertahanan sekaligus mendukung keamanan Ukraina di tengah perang yang belum menunjukkan tanda-tanda berakhir.
Pengumuman itu disampaikan Tusk usai menggelar pembicaraan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Paris, Selasa (14/7/2026). Menurutnya, latihan gabungan tersebut merupakan keputusan penting dalam memperkuat kerja sama pertahanan antara Polandia, Inggris, dan Prancis.
"Keputusan terpenting dari sudut pandang kami adalah latihan pertama yang melibatkan pasukan Prancis dan Inggris akan digelar di Polandia pada musim gugur ini," kata Tusk.
Latihan militer itu dipersiapkan dalam kerangka "coalition of the willing", yakni koalisi negara-negara yang dipimpin Prancis dan Inggris untuk merancang dukungan militer jangka panjang serta jaminan keamanan bagi Ukraina.
Tusk menjelaskan, latihan tersebut bertujuan meningkatkan interoperabilitas dan kesiapan pasukan apabila di masa depan dibutuhkan misi terkait Ukraina. Namun ia menegaskan bahwa pengerahan pasukan hanya akan dipertimbangkan setelah tercapai gencatan senjata atau kesepakatan damai.
Selain latihan militer, Polandia juga tengah mempertimbangkan bergabung dengan koalisi pertahanan rudal balistik yang diusulkan bersama Ukraina. Menurut Tusk, keputusan itu akan bergantung pada kesiapan industri pertahanan dalam negeri untuk menyediakan teknologi dan kemampuan yang dibutuhkan.
"Jika perusahaan-perusahaan Polandia memiliki tawaran industri yang siap, kami akan bergabung dalam koalisi pertahanan anti-rudal balistik," ujarnya.
Pengumuman tersebut muncul ketika negara-negara Eropa berupaya meningkatkan kemampuan mereka dalam mendukung Ukraina di tengah ketidakpastian mengenai perkembangan perang dan masa depan keterlibatan Amerika Serikat dalam keamanan Eropa.
Prancis dan Inggris saat ini memimpin pembahasan mengenai pembentukan pasukan penjamin keamanan Eropa yang berpotensi ditempatkan di Ukraina setelah tercapainya gencatan senjata. Meski demikian, Polandia tetap mempertahankan sikapnya untuk tidak mengirimkan pasukan tempur ke wilayah Ukraina.
Sebaliknya, latihan militer yang akan berlangsung pada musim gugur itu difokuskan pada peningkatan koordinasi, kemampuan logistik, dan kerja sama operasional antara militer Polandia, Inggris, dan Prancis tanpa mengubah kebijakan Warsawa terkait pengerahan pasukan ke Ukraina.
Dalam beberapa tahun terakhir, Polandia juga terus mempererat kerja sama pertahanan dengan Paris dan London. Hubungan strategis Polandia-Prancis ditingkatkan melalui kemitraan baru pada awal tahun ini, sementara kerja sama pertahanan antara Polandia dan Inggris juga terus diperluas untuk memperkuat keamanan kawasan Eropa.
Di akhir pernyataannya, Donald Tusk memperingatkan bahwa peluang berakhirnya perang Rusia-Ukraina dalam waktu dekat masih sangat kecil. Ia menilai Rusia kemungkinan akan terus melanjutkan operasi militernya hingga memasuki musim dingin mendatang.
Sumber: Anadolu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








