Akurat Logo

Trump Ancam Naikkan Tarif Kanada Gara-Gara Asap Kebakaran Hutan, Kualitas Udara AS Memburuk

Fitra Iskandar | 18 Juli 2026, 13:27 WIB
Trump Ancam Naikkan Tarif Kanada Gara-Gara Asap Kebakaran Hutan, Kualitas Udara AS Memburuk
Sumber: Thenewsinternational

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menaikkan tarif terhadap Kanada sebagai kompensasi atas dampak asap kebakaran hutan yang menyelimuti sebagian besar wilayah Amerika Serikat dan memicu krisis kualitas udara.

Melalui unggahan di platform Truth Social pada Jumat (17/7/2026), Trump menilai asap lintas batas dari kebakaran hutan di Kanada telah menimbulkan kerugian ekonomi besar bagi Amerika Serikat dan menyebut pemerintah Kanada lalai dalam mengelola kawasan hutannya.

"Ini adalah bentuk kelalaian yang disengaja dan kini menjadi kejadian tahunan yang merugikan Amerika Serikat hingga miliaran dolar. Biaya akibat polusi ini harus ditambahkan ke tarif yang saat ini dibayarkan Kanada," tulis Trump.

Trump Kritik Pengelolaan Hutan Kanada

Trump menuding pemerintah Kanada gagal melakukan pengelolaan hutan secara memadai, termasuk dalam pembersihan material mudah terbakar yang dinilai dapat mengurangi risiko kebakaran besar.

Ia juga mengatakan akan menghubungi Perdana Menteri Kanada Mark Carney untuk membahas langkah-langkah yang akan diambil Ottawa dalam mengatasi asap kebakaran yang terus menyebar ke wilayah Amerika Serikat.

Hampir 1.000 Kebakaran Masih Aktif

Data Canadian Wildland Fire Information System menunjukkan hingga Sabtu terdapat 937 titik kebakaran hutan aktif di Kanada, dengan sebagian besar di antaranya masih belum berhasil dikendalikan.

Asap tebal dari kebakaran tersebut menyebar hingga ke wilayah utara Minnesota dan sejumlah negara bagian lain di Amerika Serikat, sehingga memicu peringatan kualitas udara tidak sehat di berbagai kota.

Menurut pemantau kualitas udara IQAir, Detroit sempat menjadi kota dengan tingkat polusi udara terburuk di dunia pada Jumat. Kondisi serupa juga dialami Washington DC dan Chicago, sehingga otoritas setempat mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan.

Kanada Tegaskan Tetap Bekerja Sama dengan AS

Menanggapi kritik Trump, Menteri Manajemen Darurat Kanada Eleanor Olszewski mengatakan pemerintah Kanada terus berkoordinasi dengan Amerika Serikat dalam upaya menangani kebakaran hutan.

Ia menegaskan kedua negara memiliki sejarah panjang dalam bekerja sama menghadapi bencana kebakaran lintas batas.

Menurut Olszewski, Kanada juga telah menginvestasikan sekitar 12 miliar dolar AS sejak 2020 untuk mendukung keberlanjutan hutan serta memperkuat program pencegahan dan penanggulangan kebakaran.

Asap Kebakaran Bayangi Final Piala Dunia

Kabut asap juga memunculkan kekhawatiran menjelang final Piala Dunia yang dijadwalkan berlangsung di stadion terbuka di New Jersey pada Minggu.

Wilayah metropolitan New York dan New Jersey masih mengalami kualitas udara yang dinilai tidak sehat bagi kelompok rentan, meski kondisinya sedikit membaik dibandingkan beberapa hari sebelumnya ketika kabut asap membuat cakrawala Manhattan nyaris tidak terlihat.

Layanan Cuaca Nasional Amerika Serikat (NWS) memperingatkan asap berpotensi kembali menebal hingga Sabtu pagi akibat perubahan arah angin.

Panitia penyelenggara turnamen menyatakan terus memantau perkembangan kualitas udara menjelang laga puncak.

Sejumlah ahli meteorologi memperkirakan asap dari kawasan Great Lakes masih dapat terbawa angin ke wilayah timur laut Amerika Serikat. Meski demikian, mereka menilai kondisi saat pertandingan final kemungkinan tidak akan seburuk beberapa hari sebelumnya, meski tetap bergantung pada pergerakan sistem cuaca selama akhir pekan.

Sumber: TRTWorld

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.