Akurat Logo

Militer Inggris Laporkan Kapal terbakar di Selat Hormuz

Fitra Iskandar | 20 Juli 2026, 12:49 WIB
Militer Inggris Laporkan Kapal terbakar di Selat Hormuz
Militer Inggris Laporkan Kapal terbakar di Selat Hormuz. Foto: Ilustrasi

AKURAT.CO Sebuah kapal dilaporkan terbakar di Selat Hormuz, dekat pesisir Oman, pada Senin dini hari. Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (United Kingdom Maritime Trade Operations/UKMTO) mengonfirmasi menerima laporan mengenai kebakaran kapal tersebut. Namun hingga kini, penyebab insiden masih belum diketahui.

Peristiwa itu terjadi ketika ketegangan militer di kawasan Teluk terus meningkat akibat saling serang antara Amerika Serikat dan Iran.

Selat Hormuz Kian Berbahaya

Militer Amerika Serikat sebelumnya telah mengimbau kapal-kapal dagang untuk menggunakan jalur pelayaran yang lebih dekat ke wilayah Oman saat melintasi Selat Hormuz.

Namun, Iran disebut tetap melancarkan serangan terhadap sejumlah kapal yang melintas. Tehran menegaskan ingin mempertahankan kendali atas Selat Hormuz, jalur strategis yang pada masa damai dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dan gas alam dunia.

Akibat meningkatnya eskalasi, lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz dilaporkan mengalami gangguan signifikan dan banyak kapal memilih menunda perjalanan.

AS Lanjutkan Serangan ke Iran

Di saat yang sama, militer Amerika Serikat kembali melancarkan gelombang serangan udara ke sejumlah wilayah Iran pada Senin dini hari.

Operasi tersebut dilakukan setelah Washington mengumumkan tewasnya seorang personel militer AS dalam insiden yang berkaitan dengan konflik terbaru. Sementara itu, Iran dilaporkan menembakkan rudal ke arah Yordania, yang dikhawatirkan dapat memperluas konflik ke kawasan sekitarnya, termasuk Israel.

Konflik antara kedua negara terus meningkat setelah kesepakatan sementara yang sebelumnya dimediasi untuk menghentikan pertempuran gagal dipertahankan.

Infrastruktur Sipil Ikut Jadi Sasaran

Dalam pekan kedua konflik, kedua belah pihak dilaporkan semakin sering menyerang infrastruktur penting.

Amerika Serikat disebut menargetkan jembatan dan fasilitas kelistrikan di Iran, sementara Iran terus melancarkan serangan balasan ke berbagai target yang berkaitan dengan kepentingan Amerika Serikat di kawasan.

Militer AS juga menyatakan seorang tentaranya tewas di Irak pada Sabtu saat melakukan proses peledakan terkendali terhadap drone Iran yang berhasil dijatuhkan.

Selain itu, militer AS masih menyelidiki identitas jenazah yang ditemukan setelah serangan sebelumnya. Sejak konflik terbaru pecah, sebanyak 17 personel militer Amerika dilaporkan telah tewas.

Situasi di Selat Hormuz kini menjadi perhatian dunia karena jalur tersebut merupakan urat nadi distribusi energi global. Gangguan terhadap pelayaran di kawasan itu berpotensi memengaruhi pasokan minyak dunia sekaligus meningkatkan ketidakpastian ekonomi internasional.

Sumber: JPost

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.