Iran Tegaskan Diplomasi Tidak akan Mengorbankan Kepentingan di Selat Hormuz

AKURAT.CO Pemerintah Iran menegaskan tidak akan terjebak pada pilihan antara berunding atau berperang dengan Amerika Serikat. Teheran menyatakan jalur diplomasi tetap ditempuh, namun tidak akan mengorbankan kemampuan pertahanan maupun kedaulatan nasional.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, dalam konferensi pers pada Senin mengatakan negaranya menolak anggapan bahwa Iran hanya memiliki dua pilihan, yakni negosiasi atau perang. Menurutnya, kerangka berpikir tersebut tidak menguntungkan kepentingan Teheran.
Baghaei menegaskan diplomasi dan pertahanan bukanlah dua hal yang saling bertentangan. Menurutnya, keduanya merupakan instrumen yang harus berjalan beriringan dalam menghadapi krisis keamanan yang semakin kompleks.
"Iran tetap menjalankan diplomasi, tetapi itu tidak berarti mengabaikan hak untuk mempertahankan diri," ujar Baghaei. Ia mengakui Amerika Serikat memiliki keunggulan teknologi militer, namun menegaskan bahwa angkatan bersenjata dan para diplomat Iran tetap berkomitmen melindungi negara dari berbagai ancaman.
Ia juga menyebut Iran saat ini menghadapi bentuk peperangan yang bersifat asimetris. Meski demikian, pemerintah menegaskan tidak akan mundur dari tujuan strategis yang telah ditetapkan, termasuk menjaga kepentingan nasional di kawasan.
Dalam kesempatan yang sama, Baghaei kembali menegaskan posisi Iran terkait Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi lintasan sekitar seperlima perdagangan minyak dunia. Menurutnya, Iran akan terus menjalankan hak kedaulatannya atas wilayah tersebut.
"Kami bertekad menjalankan kontrol kami dan melindungi kepentingan kami di Selat Hormuz," katanya.
Pernyataan itu muncul ketika kekhawatiran pasar energi global meningkat akibat memanasnya hubungan antara Iran dan Amerika Serikat. Sejumlah analis menilai setiap eskalasi di Selat Hormuz berpotensi mengganggu distribusi minyak dunia dan mendorong kenaikan harga energi internasional.
Di tengah tekanan sanksi ekonomi dan meningkatnya aktivitas militer di kawasan, Iran menegaskan tetap mengedepankan strategi pertahanan aktif. Kebijakan tersebut menggabungkan penguatan kemampuan militer dengan upaya diplomasi untuk mencegah konflik berkembang menjadi perang yang lebih luas.
Teheran juga menegaskan tidak akan memberikan konsesi terhadap isu-isu yang dianggap sebagai garis merah, terutama yang berkaitan dengan kedaulatan negara, keamanan nasional, dan penguasaan atas wilayah strategis seperti Selat Hormuz.
Sumber: Voiceofemirates
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








