Akurat Logo

Menteri Luar Negeri Rusia tiba di Manila untuk pertemuan ASEAN, Berpeluang Bertemu Menlu AS Marco Rubio

Fitra Iskandar | 21 Juli 2026, 14:16 WIB
Menteri Luar Negeri Rusia tiba di Manila untuk pertemuan ASEAN, Berpeluang Bertemu Menlu AS Marco Rubio
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov. Foto: Tass

AKURAT.CO Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov tiba di Manila, Filipina, pada Selasa, 21 Juli 2026, untuk menghadiri serangkaian pertemuan yang digelar dalam rangkaian agenda ASEAN.

Kedatangan Lavrov dikonfirmasi Kementerian Luar Negeri Rusia. Ia dijadwalkan mengikuti sejumlah agenda ASEAN pada 21-23 Juli 2026.

Beberapa agenda yang akan dihadiri Lavrov antara lain pertemuan tingkat menteri Rusia-ASEAN, pertemuan para menteri luar negeri East Asia Summit (EAS), serta ASEAN Regional Forum (ARF).

Pertemuan tersebut menjadi ajang berkumpulnya para menteri luar negeri negara-negara ASEAN dan diplomat senior dari negara mitra dialog. Sejumlah kekuatan besar dunia, seperti China, Rusia, Amerika Serikat, Jepang, India, dan Uni Eropa, turut ambil bagian dalam rangkaian pertemuan tersebut.

Menteri Luar Negeri China Wang Yi dan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga diperkirakan menghadiri agenda diplomatik di Manila.

Lavrov dan Rubio Berpeluang Bertemu

Kehadiran Lavrov dan Rubio di lokasi yang sama memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan pertemuan langsung antara dua diplomat utama Rusia dan Amerika Serikat.

Pertemuan Lavrov-Rubio disebut berpotensi berlangsung di sela-sela agenda ASEAN. Sebelumnya, Moskow dan Washington telah memberikan sinyal terbuka terhadap kemungkinan kontak antara kedua pejabat tinggi tersebut.

Namun, hingga Senin, belum ada konfirmasi resmi mengenai jadwal pertemuan antara Lavrov dan Rubio.

Jika pertemuan itu benar-benar terjadi, komunikasi langsung tersebut dapat menjadi perhatian besar di tengah hubungan Rusia dan Amerika Serikat yang masih diwarnai berbagai ketegangan geopolitik.

Konflik Myanmar hingga Laut China Selatan

Selain hubungan antarnegara besar, sejumlah isu regional diperkirakan menjadi pembahasan utama dalam pertemuan di Manila.

Konflik yang terus berlangsung di Myanmar menjadi salah satu isu yang mendapat perhatian. Situasi di Laut China Selatan juga diperkirakan masuk dalam agenda pembicaraan, terutama di tengah meningkatnya ketegangan dan persaingan kepentingan di kawasan.

Para diplomat juga akan membahas gangguan terhadap perdagangan global dan pasokan energi yang dipicu ketidakstabilan di kawasan Timur Tengah.

Berbagai isu tersebut menunjukkan semakin pentingnya ASEAN sebagai ruang diplomasi untuk mempertemukan negara-negara dengan kepentingan yang berbeda di tengah meningkatnya ketegangan global.

Sumber: Anadolu

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.