Donald Trump Disebut Ingin Presiden FIFA Gianni Infantino Jadi Sekjen PBB

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dikabarkan menginginkan Presiden FIFA Gianni Infantino menjadi Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berikutnya.
Kabar tersebut dilaporkan New York Post pada Selasa, dengan mengutip seorang sumber yang dekat dengan Trump.
Menurut sumber tersebut, Trump menilai Infantino memiliki kemampuan untuk menjembatani berbagai kepentingan dan menyatukan masyarakat dunia.
Trump disebut percaya bahwa Infantino "dihormati oleh semua orang di seluruh dunia" dan memiliki "kemampuan khusus untuk menyatukan orang".
Jika benar, pencalonan Infantino akan menjadi langkah mengejutkan. Pasalnya, pria kelahiran Swiss tersebut selama ini lebih dikenal sebagai pemimpin organisasi sepak bola dunia, bukan sebagai diplomat atau pejabat senior dalam sistem multilateral internasional.
Kedekatan Trump dan Infantino Semakin Erat
Infantino, 56 tahun, diketahui memiliki hubungan dekat dengan Trump. Keduanya semakin sering tampil bersama dalam berbagai kesempatan yang berkaitan dengan penyelenggaraan Piala Dunia tahun ini.
Presiden FIFA tersebut juga disebut beberapa kali berusaha mendekati dan membangun hubungan dengan Trump.
Salah satu momen yang menjadi sorotan adalah ketika Infantino memberikan FIFA Peace Prize perdana kepada Trump pada Desember lalu.
Kedekatan tersebut memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan Infantino mendapatkan dukungan politik dari Trump untuk posisi internasional yang lebih tinggi.
Namun, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari Gedung Putih maupun FIFA mengenai kabar tersebut.
Infantino Harus Lewati Proses Panjang
Jika Infantino benar-benar maju sebagai kandidat Sekjen PBB, jalannya tidak akan mudah.
Sekretaris Jenderal PBB menggantikan Antonio Guterres akan menjalani masa jabatan selama lima tahun yang dimulai pada 1 Januari 2027.
Berdasarkan Pasal 97 Piagam PBB, Sekretaris Jenderal ditunjuk oleh Majelis Umum PBB berdasarkan rekomendasi Dewan Keamanan.
Artinya, Infantino terlebih dahulu harus mendapatkan dukungan dari Dewan Keamanan PBB yang beranggotakan 15 negara.
Lima negara anggota tetap Dewan Keamanan, yakni Amerika Serikat, Rusia, China, Inggris, dan Prancis, memiliki hak veto. Satu veto saja dari salah satu anggota tetap dapat menggagalkan pencalonannya.
Setelah memperoleh rekomendasi Dewan Keamanan, kandidat tersebut masih harus mendapatkan persetujuan dari Majelis Umum PBB.
Dengan mekanisme tersebut, dukungan Trump saja belum cukup untuk memastikan Infantino menjadi Sekjen PBB.
Trump Kritik PBB
Trump selama ini dikenal sebagai salah satu pemimpin dunia yang paling kritis terhadap PBB.
Ia berulang kali menilai organisasi internasional tersebut gagal memainkan peran yang lebih aktif dalam menyelesaikan berbagai konflik besar di dunia.
Tahun lalu, Trump bahkan membentuk Board of Peace yang dipimpin AS. Langkah tersebut sempat memunculkan spekulasi bahwa pemerintahan Trump sedang membangun mekanisme alternatif di luar PBB untuk menangani konflik internasional.
Spekulasi itu semakin kuat karena pemerintahan Trump pada saat yang sama berupaya mendorong berbagai kesepakatan perdamaian, termasuk terkait konflik antara Israel dan kelompok Palestina Hamas.
Namun, Trump membantah anggapan bahwa Board of Peace dibentuk untuk menggantikan peran PBB.
Trump Pangkas Dukungan AS untuk PBB
Sejak kembali ke Gedung Putih tahun lalu, Trump juga mengambil sejumlah langkah yang menunjukkan perubahan besar dalam hubungan AS dengan organisasi internasional.
Pemerintahannya memangkas pendanaan AS untuk PBB dan menarik Amerika dari sejumlah organisasi yang berafiliasi dengan PBB.
Salah satunya adalah World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia.
Langkah tersebut memperlihatkan sikap Trump yang lebih kritis terhadap lembaga-lembaga internasional. Karena itu, kabar mengenai kemungkinan dirinya mendukung Presiden FIFA Gianni Infantino sebagai Sekjen PBB menjadi perhatian besar.
Jika rencana tersebut benar-benar diwujudkan, pencalonan Infantino berpotensi menjadi salah satu perubahan paling tidak biasa dalam sejarah pemilihan Sekretaris Jenderal PBB.
Dari lapangan sepak bola ke panggung diplomasi dunia, Infantino kini disebut-sebut berpeluang mengincar posisi yang jauh lebih tinggi dan lebih berpengaruh daripada jabatan yang selama ini dipegangnya.
Sumber: Anadolu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







