Akurat Logo

Trump Klaim Peluang Damai dengan Iran Terbuka, Teheran Bantah Sedang Bernegosiasi

Fitra Iskandar | 28 Juli 2026, 13:47 WIB
Trump Klaim Peluang Damai dengan Iran Terbuka, Teheran Bantah Sedang Bernegosiasi
Ilustrasi. Foto: AI Generated

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan peluang tercapainya kesepakatan dengan Iran masih terbuka, meski pemerintah Teheran membantah sedang melakukan perundingan langsung dengan Washington.

Pernyataan Trump disampaikan pada 27 Juli, ketika kedua negara memasuki hari ketiga tanpa saling melancarkan serangan setelah berminggu-minggu konflik bersenjata.

"Kami sedang melakukan pembicaraan yang baik. Ada peluang besar sesuatu bisa terjadi," kata Trump kepada wartawan di atas Air Force One.

Dalam pidatonya di Michigan pada hari yang sama, Trump kembali menegaskan bahwa Iran sedang berkomunikasi dengan Amerika Serikat untuk membahas kemungkinan tercapainya sebuah kesepakatan.

Iran: Tidak Ada Negosiasi dengan Amerika Serikat

Di sisi lain, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei membantah pernyataan Trump. Ia mengatakan Iran saat ini tidak sedang melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat.

Menurut Baqaei, memang ada negara-negara mediator yang menyampaikan pesan dari Washington kepada Teheran, namun komunikasi tersebut bukan merupakan proses perundingan resmi.

"Untuk saat ini kami tidak terlibat dalam negosiasi apa pun dengan Amerika Serikat," tegasnya.

Trump Ancam Serangan Akan Dilanjutkan

Meski membuka peluang diplomasi, Trump juga mengingatkan bahwa operasi militer Amerika dapat kembali dilakukan apabila upaya damai gagal membuahkan hasil.

Ia menegaskan Washington siap kembali melakukan tindakan militer seperti sebelumnya jika tidak tercapai kesepakatan.

Trump juga membantah laporan yang menyebut persediaan amunisi militer AS mulai menipis. Menurutnya, Amerika masih memiliki stok persenjataan yang lebih dari cukup.

Sumber: Hurriyetdailynews

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.