Akurat Logo

Iran Tuding Ada Operasi Rahasia Israel usai Serangan Drone di Pelabuhan Mesir, Menlu Araghchi Beri Peringatan Keras

Fitra Iskandar | 31 Juli 2026, 07:28 WIB
Iran Tuding Ada Operasi Rahasia Israel usai Serangan Drone di Pelabuhan Mesir, Menlu Araghchi Beri Peringatan Keras
Foto: Pixabay

AKURAT.CO Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menuding kemungkinan adanya "operasi bendera palsu" (false-flag operation) yang dilakukan Israel setelah serangan drone membakar dua kapal pengangkut gas di Pelabuhan Damietta, Mesir. Teheran menegaskan keamanan Mesir merupakan kepentingan penting bagi stabilitas kawasan.

Melalui unggahan di platform X pada Kamis, Araghchi menyebut Mesir sebagai mitra strategis Iran di Timur Tengah dan memperingatkan negara-negara kawasan agar mewaspadai upaya yang dapat memicu ketegangan baru.

"Mesir adalah sahabat dan mitra penting di kawasan. Keamanannya sangat penting bagi kami," tulis Araghchi.

Ia kemudian menuding adanya kemungkinan operasi terselubung yang bertujuan menggagalkan perdamaian regional.

"Kita semua harus waspada terhadap rencana dan operasi bendera palsu Israel yang dirancang untuk merusak perdamaian kawasan," ujarnya.

Menurut Araghchi, ancaman tersebut merupakan tantangan bersama bagi negara-negara Muslim dan dapat mengganggu solidaritas regional.

Serangan Drone Bakar Dua Kapal Gas di Pelabuhan Damietta

Pernyataan Iran muncul sehari setelah sebuah drone tak dikenal menghantam kawasan Pelabuhan Damietta di pesisir Laut Mediterania. Serangan itu memicu kebakaran pada dua kapal pengangkut gas yang sedang berada di pelabuhan.

Hingga kini, pemerintah Mesir belum menunjuk pihak mana pun sebagai pelaku di balik serangan tersebut.

Perdana Menteri Mesir Mostafa Madbouly mengatakan tim keamanan telah menemukan puing-puing drone yang digunakan dalam serangan. Saat ini aparat tengah melakukan analisis forensik untuk mengidentifikasi asal-usul pesawat nirawak tersebut.

Madbouly menegaskan pemerintah Mesir tidak akan terburu-buru menyimpulkan dalang serangan sebelum seluruh proses investigasi selesai.

"Kami akan menyampaikan kesimpulan berdasarkan fakta, bukan spekulasi," tegasnya.

Belum Ada Pihak Mengaku Bertanggung Jawab

Sampai saat ini belum ada negara maupun kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Kelompok Houthi di Yaman juga telah membantah keterlibatan mereka. Mereka menyebut berbagai laporan yang menuduh Houthi menyerang Mesir sebagai rumor yang tidak berdasar.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.