Serangan Rusia Tewaskan 17 Warga Kyiv, Senator AS Desak Sanksi Berat dan Tambahan Rudal Patriot untuk Ukraina

AKURAT.CO Serangan besar Rusia menggunakan rudal dan drone yang menewaskan sedikitnya 17 orang di Kyiv dan wilayah sekitarnya memicu desakan baru di Kongres Amerika Serikat agar Washington segera memperketat sanksi terhadap Moskow dan mempercepat pengiriman sistem pertahanan udara untuk Ukraina.
Serangan yang terjadi pada malam hari itu juga melukai lebih dari 40 orang. Angkatan Udara Ukraina melaporkan berhasil menjatuhkan 98 dari 115 drone yang diluncurkan Rusia, tetapi tidak ada satu pun rudal Rusia yang berhasil dicegat.
Kegagalan mencegat rudal tersebut kembali menyoroti keterbatasan Ukraina dalam menghadapi serangan balistik, terutama karena stok rudal pencegat untuk sistem pertahanan udara canggih semakin menipis.
Rudal Rusia Hantam Infrastruktur Sipil Kyiv
Serangan Rusia menghantam sejumlah lokasi sipil dan fasilitas penting di ibu kota Ukraina.
Delapan orang tewas setelah sebuah serangan menghantam kawasan stasiun kereta api di bagian timur Kyiv. Tiga pekerja juga dilaporkan meninggal dunia akibat serangan terhadap pusat penyortiran surat.
Perusahaan ritel Ukraina Epicentr menyatakan salah satu pusat logistiknya terbakar akibat serangan tersebut dan menyebabkan seorang karyawan tewas.
Sementara itu, perusahaan perdagangan daring Rozetka melaporkan fasilitas mereka kembali menjadi sasaran serangan Rusia. Ini menjadi serangan ketiga terhadap perusahaan tersebut dalam sepekan.
Senator AS: Keterlambatan Berarti Lebih Banyak Korban
Serangan terbaru Rusia langsung mendapat sorotan dari Senator Jeanne Shaheen, anggota senior Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS sekaligus anggota Komite Angkatan Bersenjata Senat.
Shaheen memperingatkan bahwa keterlambatan dalam menjatuhkan sanksi tambahan terhadap Rusia maupun pengiriman rudal pencegat pertahanan udara dapat menyebabkan lebih banyak warga Ukraina kehilangan nyawa.
"Rusia membunuh 17 orang lagi di Kyiv tadi malam," kata Shaheen.
"Setiap hari kita menunggu untuk meloloskan undang-undang yang memberikan sanksi berat kepada Putin, atau menyediakan lebih banyak pencegat pertahanan udara bagi Ukraina, berarti lebih banyak warga Ukraina yang tidak bersalah akan meninggal sia-sia," ujarnya.
Menurut Shaheen, dua kebutuhan utama Ukraina saat ini adalah peningkatan tekanan ekonomi terhadap Rusia dan percepatan pasokan sistem pertahanan udara untuk melindungi kota-kota Ukraina dari serangan rudal balistik.
Senat AS Majukan RUU Sanksi Rusia
Desakan tersebut muncul ketika Senat AS telah memberikan dukungan awal terhadap rancangan undang-undang sanksi baru terhadap Rusia.
Senat meloloskan pemungutan suara 86-12 untuk melanjutkan pembahasan Lindsey O. Graham Sanctioning Russia and Iran Act of 2026, sebuah rancangan yang mendapat dukungan bipartisan.
RUU tersebut akan memperluas sanksi terhadap sektor energi dan keuangan Rusia, termasuk Bank Sentral Rusia, proyek energi milik negara seperti Arctic LNG, serta jaringan kapal tanker yang dikenal sebagai shadow fleet yang digunakan Moskow untuk menghindari pembatasan ekspor energi.
Selain itu, rancangan tersebut memberi kewenangan kepada presiden AS untuk memberlakukan tarif hingga 100 persen terhadap barang dari negara-negara tertentu yang dianggap membantu membiayai perang Rusia melalui pembelian minyak dan gas Moskow.
China menjadi salah satu negara yang mendapat perhatian karena tetap menjadi pembeli utama energi Rusia.
"Putin Hanya Memahami Kekuatan"
Shaheen mengatakan tekanan ekonomi harus berjalan bersamaan dengan upaya Ukraina di medan perang.
Ia menyebut Rusia mengalami kerugian besar dengan kehilangan lebih dari 30.000 tentara per bulan, sementara Ukraina terus meningkatkan serangan jarak jauh terhadap fasilitas energi dan industri pertahanan Rusia.
Ukraina dalam beberapa bulan terakhir memang meningkatkan serangan terhadap kilang minyak, depot bahan bakar, pusat logistik, dan fasilitas industri militer yang disebut berperan langsung dalam mendukung mesin perang Rusia.
"Vladimir Putin hanya memahami kekuatan, dan dia hanya merespons tekanan," kata Shaheen.
Menurutnya, kombinasi tekanan militer Ukraina dan langkah ekonomi dari Amerika Serikat dapat meningkatkan biaya perang bagi Kremlin serta mendorong Moskow kembali ke meja perundingan.
Zelensky Minta Kongres AS Segera Bertindak
Dorongan terhadap rancangan sanksi baru juga muncul setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy bertemu dengan sejumlah anggota Kongres AS dari kedua partai pekan lalu.
Zelenskyy meminta para legislator mempercepat pengesahan aturan tersebut sebagai bagian dari strategi meningkatkan tekanan terhadap Rusia.
Shaheen mengatakan dukungan besar dalam pemungutan suara Senat menunjukkan adanya pesan kuat dari Washington kepada Kremlin.
"Partai Republik dan Demokrat bersatu mendukung undang-undang ini untuk mengirim pesan yang jelas kepada Kremlin," ujarnya.
Meski telah mendapat dukungan awal, rancangan tersebut masih membutuhkan proses legislatif lanjutan sebelum dapat berlaku sebagai undang-undang.
Shaheen menutup pernyataannya dengan peringatan kepada Moskow bahwa waktu tidak berada di pihak Rusia.
"Amerika akan selalu berdiri bersama Ukraina," katanya.
Sumber: KP
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








