Taiwan Uji Pertahanan Jembatan Strategis Dekat Taipei, Antisipasi Serangan China dalam Latihan Perang Han Kuang
AKURAT.CO Pasukan militer Taiwan menggelar latihan pertahanan di sebuah jembatan strategis yang dinilai dapat menjadi jalur cepat menuju ibu kota Taipei jika terjadi invasi China. Latihan tersebut berlangsung pada hari kedua Han Kuang, latihan perang tahunan Taiwan yang dirancang untuk menguji kesiapan menghadapi kemungkinan serangan militer dari Beijing.
Latihan yang dimulai pada Rabu dan berlangsung selama 10 hari itu menjadi simulasi besar kemampuan pertahanan Taiwan dalam menghadapi ancaman China, yang masih mengklaim pulau tersebut sebagai bagian dari wilayahnya dan tidak menutup kemungkinan menggunakan kekuatan militer untuk mengambil alih.
Pada Kamis (6/8), tentara Taiwan berlatih mengamankan Jembatan Danjiang, infrastruktur penting yang dianggap memiliki nilai strategis tinggi karena menghubungkan jalur menuju kawasan sekitar Taipei.
Jembatan Danjiang Jadi Titik Kunci Pertahanan Taipei
Jembatan Danjiang membentang di pintu masuk Sungai Tamsui, jalur air yang mengarah ke Taipei. Meski secara administratif berada di wilayah Kota New Taipei yang berbatasan langsung dengan ibu kota, jembatan tersebut dinilai memiliki peran penting dalam melindungi akses menuju pusat pemerintahan Taiwan.
Dalam latihan malam hari, pasukan Taiwan memasang berbagai penghalang pertahanan seperti kawat berduri, barikade, serta posisi perlindungan menggunakan karung pasir.
Sejumlah kendaraan militer dan truk pengangkut dikerahkan ke atas jembatan. Para prajurit terlihat memasang kawat berduri, menurunkan perlengkapan pertahanan, serta menyiapkan posisi tempur untuk menghadapi skenario serangan.
Meski latihan berlangsung, sebagian jalur jembatan tetap digunakan oleh masyarakat. Pengendara sepeda dan pejalan kaki masih dapat melintas melalui bagian yang tidak ditutup oleh militer.
Jembatan Danjiang sendiri merupakan salah satu jembatan kabel asimetris dengan satu tiang utama terpanjang di dunia, dan baru mulai beroperasi pada tahun ini.
Taiwan Khawatir Jembatan Bisa Jadi Jalur Masuk Pasukan China
Peneliti dari Institut Riset Pertahanan dan Keamanan Nasional Taiwan, Chieh Chung, mengatakan perlindungan terhadap Jembatan Danjiang akan menjadi faktor penting jika konflik bersenjata benar-benar terjadi.
Menurutnya, jika pasukan penyerang berhasil merebut dan mempertahankan akses jembatan tersebut, mereka dapat dengan cepat memindahkan pasukan serta logistik menyeberangi sungai menuju wilayah luar Taipei.
“Jika Jembatan Danjiang tetap terbuka, pasukan utama dapat dengan cepat menyeberang menuju sisi utara Sungai Tamsui dan kemudian bergerak ke Taipei,” kata Chieh.
Ia menjelaskan, keberhasilan mempertahankan jembatan itu dapat menentukan kemampuan Taiwan dalam memperlambat pergerakan pasukan musuh, terutama dalam skenario pendaratan amfibi besar-besaran dari wilayah pantai utara Taiwan.
Menurutnya, apabila pasukan China berhasil menguasai jembatan tersebut dan menjaganya tetap berfungsi, mereka dapat mengalirkan pasukan serta persediaan dalam jumlah besar dari lokasi pendaratan menuju wilayah dekat ibu kota.
Latihan Han Kuang Uji Respons Cepat Militer Taiwan
Chieh mengatakan latihan kali ini memang tidak mensimulasikan penutupan total jembatan dalam kondisi perang. Namun, latihan tersebut memberikan data penting mengenai kecepatan pasukan teknik militer dalam memasang penghalang serta jumlah sumber daya yang diperlukan untuk menutup akses strategis.
Latihan Han Kuang menjadi agenda rutin Taiwan untuk meningkatkan kesiapan militer menghadapi berbagai skenario konflik, termasuk kemungkinan serangan dari China.
Pemerintah Taiwan menolak klaim kedaulatan Beijing atas wilayahnya dan menegaskan bahwa masa depan Taiwan harus ditentukan oleh rakyatnya sendiri.
Sementara itu, China tetap menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan menyatakan bahwa penyatuan kembali dapat dilakukan dengan cara paksa apabila diperlukan.
Sumber: Asiaone
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






