Akurat Logo

Kapal Induk Tercanggih China Fujian Lintasi Selat Taiwan, Beijing Kirim Ancaman?

Fitra Iskandar | 24 Juni 2026, 16:22 WIB
Kapal Induk Tercanggih China Fujian Lintasi Selat Taiwan, Beijing Kirim Ancaman?
Bendera China dan Taiwan. Foto: Asiaone

AKURAT.CO Kapal induk terbaru dan paling canggih milik China, Fujian, melintasi Selat Taiwan pada Selasa (23/6/2026), menurut Kementerian Pertahanan Taiwan. Ini menjadi pelayaran pertama kapal induk tersebut di jalur perairan sensitif itu sejak April lalu dan kembali memicu sorotan terhadap meningkatnya aktivitas militer Beijing di sekitar Taiwan.

Dalam pernyataan singkatnya, Kementerian Pertahanan Taiwan menyebut Fujian telah melewati Selat Taiwan dan seluruh pergerakannya dipantau secara ketat oleh militer Taiwan.

“Militer menggunakan metode intelijen, pengawasan, dan pengintaian gabungan untuk memantau secara dekat pergerakan kapal tersebut,” kata kementerian.

Pihak Taiwan tidak menjelaskan secara rinci lokasi pelayaran maupun detail pemantauan yang dilakukan. Kementerian juga merilis foto hitam-putih kapal induk tersebut yang diambil dari udara, meski tidak terlihat adanya pesawat tempur di dek kapal.

Hingga berita ini ditulis, Kementerian Pertahanan China belum memberikan tanggapan resmi terkait pelayaran Fujian melalui Selat Taiwan.

Tekanan Militer China Terhadap Taiwan Terus Meningkat

Taiwan hampir setiap hari melaporkan aktivitas militer China di sekitar pulau tersebut. Pemerintah di Taipei menilai langkah itu merupakan bagian dari kampanye tekanan berkelanjutan Beijing terhadap pemerintahan Taiwan yang dipilih secara demokratis.

Bulan ini, China juga disebut mulai menerapkan taktik baru dengan mengirim kapal penjaga pantai ke wilayah timur Taiwan. Langkah tersebut dinilai Taipei sebagai upaya untuk menciptakan kesan bahwa Beijing memiliki yurisdiksi atas perairan tersebut.

Menteri Dewan Urusan Daratan Taiwan, Chiu Chui-cheng, menegaskan pemerintah Taiwan tidak akan menerima upaya penyatuan yang dipaksakan oleh Beijing.

“Meski Taiwan menghadapi tekanan yang semakin besar dan belum pernah terjadi sebelumnya, tekad kami untuk mempertahankan kedaulatan dan sistem demokrasi tidak pernah sekuat ini,” ujarnya dalam acara Taiwan Foreign Correspondents' Club.

Menurut Chiu, tidak ada ruang kompromi dalam isu kedaulatan Taiwan.

“Kami tidak akan tunduk pada ancaman dan tekanan yang terus meningkat dari China. Taiwan tidak akan pernah menyerah,” tegasnya.

Fujian Jadi Simbol Kekuatan Baru Angkatan Laut China

Fujian merupakan kapal induk ketiga yang dimiliki China dan dianggap sebagai yang paling modern dibandingkan dua pendahulunya, Liaoning dan Shandong.

Kapal induk ini dilengkapi dek penerbangan datar serta sistem peluncur elektromagnetik (electromagnetic catapult) yang memungkinkan pesawat tempur diluncurkan lebih cepat dan membawa muatan senjata yang lebih besar.

Kemampuan tersebut menjadikan Fujian sebagai aset strategis penting dalam modernisasi Angkatan Laut China dan memperkuat proyeksi kekuatan Beijing di kawasan Asia-Pasifik.

Sebelumnya, Fujian terakhir kali diketahui melintasi Selat Taiwan pada pertengahan Desember. Sementara kapal induk Liaoning, kapal induk pertama China, juga melintasi jalur yang sama pada April lalu.

Sengketa Status Selat Taiwan Masih Berlanjut

China menegaskan bahwa Selat Taiwan berada di bawah kedaulatannya. Namun Taiwan dan Amerika Serikat berpendapat bahwa jalur tersebut merupakan perairan internasional yang terbuka bagi pelayaran global.

Selat Taiwan sendiri merupakan salah satu jalur perdagangan maritim tersibuk di dunia dan memiliki nilai strategis tinggi bagi aktivitas ekonomi internasional.

Angkatan Laut Amerika Serikat secara rutin mengirim kapal perang melintasi selat tersebut setiap beberapa bulan, terkadang bersama sekutu-sekutunya, sebagai bentuk dukungan terhadap kebebasan navigasi di kawasan.

Sementara itu, pemerintah Taiwan terus menegaskan bahwa masa depan pulau tersebut hanya dapat ditentukan oleh rakyat Taiwan sendiri.

Sumber: Reuters

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.