Akurat Logo

Pakistan Bantah Klaim India soal Operation Sindoor, Sebut Dokumenter ala Bollywood Penuh Distorsi Fakta

Fitra Iskandar | 18 Agustus 2026, 09:27 WIB
Pakistan Bantah Klaim India soal Operation Sindoor, Sebut Dokumenter ala Bollywood Penuh Distorsi Fakta
ilustrasi Operation Sindoor - Orfonline

AKURAT.CO Militer Pakistan membantah keras isi dokumenter terbaru India mengenai Operation Sindoor dan menuding produksi tersebut berupaya mengubah fakta mengenai hasil konfrontasi militer lintas perbatasan kedua negara.

Dalam pernyataan yang dirilis melalui sayap media resminya, Inter-Services Public Relations (ISPR), militer Pakistan menyebut dokumenter itu mengandung sejumlah informasi yang tidak akurat secara faktual.

ISPR menuding pembuat dokumenter menggunakan rekonstruksi bergaya sinematik ala Bollywood serta melakukan penyuntingan selektif terhadap sejumlah wawancara untuk membentuk narasi yang berbeda dari versi Pakistan mengenai konflik yang oleh Islamabad disebut Marka-e-Haq.

Pakistan Soroti Kronologi Operation Sindoor

Militer Pakistan secara khusus mempersoalkan kronologi yang digunakan dalam dokumenter tersebut.

ISPR menyoroti upaya mengaitkan pidato Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan pada 16 April 2025 dengan insiden Pahalgam yang terjadi pada 22 April 2025.

Menurut Pakistan, urutan waktu tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai narasi India terkait latar belakang dan respons militer dalam konflik tersebut.

ISPR juga menyoroti pernyataan otoritas India yang menyebut para pelaku insiden telah dieliminasi pada 28 Juli 2025.

Pakistan mempertanyakan klaim tersebut karena India sebelumnya menyatakan telah memberikan hukuman melalui Operation Sindoor pada 7 Mei 2025, beberapa bulan sebelum pengumuman mengenai eliminasi orang-orang yang dituduh sebagai pelaku.

Pakistan Bantah Klaim India soal Keberhasilan Operasi

Militer Pakistan juga menolak klaim India mengenai "100 persen keberhasilan misi" dalam Operation Sindoor.

Menurut ISPR, pasukan Pakistan berhasil menggagalkan operasi lintas perbatasan India dan menembak jatuh delapan pesawat India.

Pakistan kemudian mengklaim melancarkan serangan balasan melalui Operation Bunyanum Marsoos.

ISPR menyebut serangan tersebut menargetkan 26 lokasi militer menggunakan berbagai persenjataan, termasuk roket berpemandu Fatah, amunisi udara presisi, drone loitering, dan artileri.

Klaim tersebut merupakan versi Pakistan mengenai jalannya pertempuran. India sebelumnya memiliki narasi berbeda mengenai hasil operasi dan efektivitas serangan militernya.

ISPR Klaim Dokumenter India Justru Mengungkap Kontradiksi

Militer Pakistan mengatakan sejumlah bagian dalam dokumenter India justru bertentangan dengan klaim bahwa India memperoleh dominasi penuh dalam konflik.

ISPR menunjuk sejumlah pengakuan dalam dokumenter, termasuk adanya aktivitas udara Pakistan, pertempuran di sepanjang Line of Control (LoC), serta aktivasi sistem pertahanan udara India.

Menurut Pakistan, fakta-fakta tersebut menunjukkan bahwa situasi di medan konflik tidak sesederhana klaim kemenangan sepihak.

Islamabad menilai pengakuan tersebut justru memperkuat argumennya bahwa pertempuran berlangsung dalam kondisi yang jauh lebih kompleks.

Pakistan Bantah Gencatan Senjata Terjadi Secara Sepihak

ISPR juga menanggapi narasi mengenai bagaimana pertempuran berakhir.

Menurut militer Pakistan, penghentian permusuhan tidak terjadi karena keputusan sepihak India, melainkan melalui komunikasi langsung antara Direktur Jenderal Operasi Militer (DGMO) Pakistan dan India.

Proses tersebut, menurut Pakistan, difasilitasi oleh Amerika Serikat.

Islamabad menegaskan bahwa mekanisme komunikasi militer antara kedua negara menjadi faktor penting dalam mengakhiri pertempuran dan mencegah eskalasi lebih lanjut.

Pakistan Peringatkan India soal Konflik Baru

Di tengah saling klaim mengenai hasil Operation Sindoor, militer Pakistan kembali menegaskan komitmennya terhadap stabilitas kawasan.

Namun, ISPR memperingatkan bahwa setiap tindakan agresi baru terhadap Pakistan akan mendapat respons yang disebutnya tegas dan menentukan.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa ketegangan antara dua negara bersenjata nuklir itu masih menyisakan persoalan serius, terutama terkait interpretasi atas hasil konflik dan narasi publik mengenai Operation Sindoor.

Dokumenter India dan bantahan Pakistan kini menjadi bagian dari perang narasi setelah konfrontasi militer kedua negara. Masing-masing pihak mempertahankan klaim berbeda mengenai jalannya operasi, kerugian militer, serta pihak yang dianggap lebih unggul dalam pertempuran.

Sumbera: ABC

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.