Ramalan Kelam: Studi Tahun 2019 Prediksi Perang Nuklir India-Pakistan di 2025, Dunia Terancam

AKURAT.CO Ketegangan antara India dan Pakistan kembali memuncak setelah serangan teroris di Pahalgam, Jammu dan Kashmir, yang menewaskan 26 orang.
Di tengah ancaman konflik yang terus membesar, muncul kembali perhatian terhadap sebuah studi tahun 2019 yang pernah meramalkan perang nuklir antara India dan Pakistan terjadi pada 2025.
Studi tersebut menggambarkan bagaimana konflik berskala kecil bisa berubah menjadi bencana global hanya dalam hitungan hari.
Baca Juga: Berita Terkini: India Serang Pakistan dalam Operasi Sindoor Hari Ini, Apa Saja Targetnya?
Dari Serangan Teror ke Bencana Nuklir
Penelitian yang diterbitkan oleh Routledge itu menyebut bahwa sebuah serangan teror besar – misalnya terhadap gedung parlemen India – dapat memicu mobilisasi militer India di perbatasan.
Langkah ini kemudian direspons Pakistan dengan cara serupa, hingga bentrokan kecil berkembang cepat menjadi perang terbuka.
Seperti yang terjadi pada awal tahun 2002, ketegangan di sepanjang Garis Kontrol (LoC) bisa berubah menjadi baku tembak yang memakan korban jiwa di kedua pihak.
Ketika Nuklir Dilepaskan
Dalam skenario mengerikan tersebut, begitu India mulai memasuki wilayah Pakistan, para jenderal Pakistan khawatir akan kalah dalam perang konvensional dan memilih menggunakan senjata nuklir taktis terlebih dahulu.
Hari ke-1: Pakistan melepaskan 10 senjata nuklir kecil di wilayahnya sendiri untuk menghentikan pasukan tank India.
Hari ke-2: Pakistan meluncurkan 15 bom nuklir tambahan. India membalas dengan 20 serangan nuklir strategis ke fasilitas militer Pakistan.
Ledakan besar ini memicu kebakaran masif dan asap tebal seperti yang terjadi di Hiroshima atau kebakaran San Francisco tahun 1906.
Tiga Hari Neraka
Alih-alih meredakan perang, aksi saling balas ini memicu eskalasi yang tak terkendali:
Hari ke-3: Pakistan membombardir 30 lokasi militer India dan meluncurkan 15 serangan nuklir tambahan.
India membalas dengan serangan nuklir besar-besaran ke kota-kota Pakistan.
Dalam waktu singkat, pertukaran senjata nuklir meningkat drastis. Pakistan melepaskan seluruh 120 hulu ledak strategisnya, menyerang kota-kota besar India.
India membalas dengan 70 serangan udara nuklir, sementara 100 senjata cadangan disiapkan untuk menghadapi kemungkinan campur tangan dari negara lain seperti Tiongkok.
Dunia Ikut Terbakar
Para peneliti memperingatkan, jika masing-masing negara memiliki 250 senjata nuklir, dampaknya akan mengerikan:
Antara 50 hingga 125 juta orang akan tewas langsung.
Kota-kota besar akan lenyap atau tak bisa dihuni.
Sistem kesehatan, transportasi, energi, dan ekonomi akan lumpuh total.
Dan kehancuran tak berhenti di Asia Selatan. Asap, debu, dan badai api dari ledakan nuklir bisa menyelimuti atmosfer, mengganggu iklim global dan menyebabkan kelaparan massal di seluruh dunia.
"Dampaknya bukan hanya untuk India dan Pakistan, tetapi bisa mengguncang seluruh planet,” tulis kesimpulan studi tersebut.
Baca Juga: Operasi Sindoor: Langkah Militer Gabungan Skala Besar India di Perbatasan Pakistan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








