Ribuan Warga Palestina Hilang Sejak 7 Oktober 2023, Diduga Terkubur hingga Ditahan Israel

AKURAT.CO Ribuan warga Palestina dilaporkan masih hilang sejak pecahnya perang pada 7 Oktober 2023. Mereka diyakini mencakup orang-orang yang tertimbun di bawah reruntuhan bangunan, menghilang saat operasi militer dan evakuasi paksa Israel, hingga mereka yang diduga mengalami penghilangan paksa dalam tahanan Israel.
Kelompok hak-hak tahanan Palestina pada 30 Agustus menyatakan Israel masih menolak memberikan informasi mengenai sejumlah warga Gaza yang ditahan. Informasi yang disebut tidak diberikan mencakup nama, lokasi penahanan, serta kondisi kesehatan para tahanan.
Kelompok tersebut juga mengatakan para tahanan tidak mendapatkan akses komunikasi dengan keluarga, pengacara maupun organisasi hak asasi manusia.
Jenazah Warga Palestina Disebut Masih Ditahan
Selain informasi mengenai tahanan, kelompok hak-hak tahanan Palestina menuduh Israel masih menahan jenazah warga Palestina dari Gaza yang meninggal selama berada dalam tahanan.
Mereka juga menyoroti keberadaan jenazah warga Palestina yang disebut masih disimpan di kamar mayat maupun lokasi yang dikenal sebagai "cemeteries of numbers" atau "kuburan angka", yakni tempat pemakaman yang identitas jenazahnya tidak diketahui atau tidak diumumkan.
Kementerian Kehakiman Palestina menyebut lebih dari 4.700 perempuan dan anak-anak termasuk dalam daftar orang yang hilang atau mengalami penghilangan paksa sejak 7 Oktober 2023.
Angka tersebut mencakup berbagai kategori, mulai dari mereka yang diduga tertimbun reruntuhan hingga orang-orang yang hilang selama operasi militer Israel atau evakuasi paksa.
Penghilangan Paksa Dilarang Hukum Internasional
Penghilangan paksa merupakan tindakan yang dilarang berdasarkan hukum internasional. Praktik tersebut dapat menjadi kejahatan terhadap kemanusiaan apabila dilakukan secara meluas atau sistematis.
Persoalan mengenai warga Palestina yang hilang menjadi salah satu isu kemanusiaan paling serius dalam konflik Gaza. Ketidakjelasan mengenai keberadaan mereka juga membuat keluarga kesulitan mengetahui apakah anggota keluarga mereka masih hidup, berada dalam tahanan, atau telah meninggal.
Kelompok hak asasi manusia terus mendesak adanya informasi mengenai para tahanan dan warga yang hilang, termasuk akses bagi keluarga, pengacara, serta lembaga independen untuk memastikan kondisi dan keberadaan mereka.
Sumber: TRTWorld
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








