Akurat Logo

Inggris Mengecam Keras Ejekan Menteri Keamanan Nasional Israel Ben-Gvir terhadap Peserta Sumud Flotilla yang Ditangkap

Fitra Iskandar | 21 Mei 2026, 08:32 WIB
Inggris Mengecam Keras Ejekan Menteri Keamanan Nasional Israel Ben-Gvir terhadap Peserta Sumud Flotilla yang Ditangkap

 AKURAT.CO Gelombang kecaman internasional terhadap Israel terus membesar setelah Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, diduga mengejek para peserta “Gaza Flotilla” yang ditahan saat misi kemanusiaan menuju Jalur Gaza. Insiden tersebut memicu kemarahan sejumlah negara Eropa dan meningkatkan tekanan diplomatik terhadap pemerintahan Israel.

Menteri Dalam Negeri Inggris, Yvette Cooper, menyatakan terkejut atas video yang beredar dan memperlihatkan dugaan ejekan terhadap para aktivis asing yang ikut dalam konvoi laut kemanusiaan tersebut.

Cooper menegaskan perlakuan terhadap para tahanan harus tetap menghormati hukum internasional dan standar kemanusiaan.

“Apa yang terlihat dalam video itu tidak dapat diterima,” tegas Cooper, seraya menuntut seluruh peserta flotilla diperlakukan secara manusiawi dan penuh hormat.

Baca Juga: Amerika Serikat Bela Israel Sebut Relawan di Sumud Flotilla Pendukung Teroris

Kontroversi ini muncul di tengah sorotan dunia terhadap penahanan sejumlah aktivis internasional yang berupaya menembus blokade menuju Gaza melalui jalur laut.

Di Eropa, tekanan diplomatik terhadap Israel kini semakin meningkat. Sejumlah negara mulai mendorong investigasi resmi terkait perlakuan terhadap peserta Gaza Flotilla serta meminta penjelasan langsung dari pemerintah Israel.

Prancis menjadi salah satu negara yang mengambil langkah keras dengan memanggil duta besar Israel untuk menyampaikan protes resmi. Pemerintah Prancis menilai tindakan yang dikaitkan dengan Ben-Gvir tidak sesuai dengan prinsip diplomatik maupun nilai kemanusiaan dalam memperlakukan warga sipil dan aktivis asing.

Ketegangan hubungan antara Israel dan sejumlah negara Eropa memang terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir, terutama sejak perang di Gaza memicu krisis kemanusiaan yang semakin meluas.

Kritik internasional terhadap kebijakan pemerintah Israel juga terus menguat, termasuk terkait respons terhadap gerakan solidaritas global untuk Palestina.

Sementara itu, pemerintah Israel belum memberikan tanggapan resmi secara rinci mengenai gelombang kritik terbaru tersebut. Namun pejabat Israel tetap bersikeras bahwa tindakan terhadap peserta flotilla dilakukan atas dasar pertimbangan keamanan dan untuk mencegah pelanggaran terhadap pembatasan yang diberlakukan di Jalur Gaza.

Kasus ini diperkirakan semakin memperumit hubungan diplomatik Israel dengan negara-negara Eropa, di tengah meningkatnya tekanan internasional terkait konflik berkepanjangan di Gaza.

Sumber: Anadolu

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.