Akurat Logo

Iran Klaim Serang Pangkalan Militer AS di Kuwait dan UEA, Balas Bom di Pesta Pernikahan

Fitra Iskandar | 4 September 2026, 08:50 WIB
Iran Klaim Serang Pangkalan Militer AS di Kuwait dan UEA, Balas Bom di Pesta Pernikahan
Ilustrasi. Foto: JPost/Reuters

AKURAT.CO Iran mengklaim telah meluncurkan serangan rudal dan drone ke pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait dan Uni Emirat Arab (UEA) pada Kamis (3/9/2026). Tindakan itu merupakan balasan atas serangan yang dituduhkan kepada Washington terhadap sebuah pesta pernikahan di wilayah pesisir Iran.

Eskalasi terbaru ini memperdalam perang yang telah berlangsung selama enam bulan antara Iran dan koalisi AS-Israel, di tengah kebuntuan militer serta perebutan kendali jalur energi strategis Selat Hormuz.

Iran Klaim Hantam Pangkalan AS

Militer Kuwait mengonfirmasi telah mencegat serangan rudal dan drone yang berasal dari Iran. Di sisi lain, Angkatan Bersenjata Iran menyatakan berhasil menghantam Pangkalan Udara Ahmad al-Jaber di Kuwait.

Pemerintah Kuwait mengecam serangan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional.

Iran juga mengklaim menyerang Pangkalan Udara Al Minhad di Uni Emirat Arab. Namun, pemerintah UEA menyatakan tidak ada serangan yang terjadi di wilayahnya dan belum melaporkan adanya kerusakan maupun korban.

Serangan Disebut Balas Tragedi Pernikahan

Ketegangan meningkat setelah Bulan Sabit Merah Iran (IRCS) melaporkan serangan rudal terhadap sebuah pesta pernikahan di Kota Kuhestak pada Selasa malam menewaskan empat orang, termasuk seorang anak, serta melukai lebih dari 50 lainnya.

Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance mengatakan Washington tengah menyelidiki laporan tersebut, tetapi menegaskan pihaknya masih meragukan informasi yang berasal dari media pemerintah Iran.

“Kami memang sedang menyelidikinya, tetapi saya sangat skeptis terhadap laporan media negara Iran mengenai konflik ini,” kata Vance dalam pengarahan di Gedung Putih.

Sementara itu, Panglima Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Ahmad Vahidi, bersumpah akan membalas kematian para korban.

“Darah suci para syuhada yang tertindas ini tidak akan dibiarkan tanpa balasan,” ujarnya.

Juru bicara Komando Pusat Militer AS (CENTCOM), Tim Hawkins, membantah tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa militer Amerika tidak pernah menjadikan warga sipil sebagai sasaran.

Puluhan Tentara Iran Tewas

Gelombang serangan udara Amerika di berbagai wilayah Iran antara Selasa dan Rabu dilaporkan menewaskan sedikitnya 19 warga Iran. Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan militernya siap menyerang Iran “kapan pun kami mau”.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.