Trump Tuding Media Lakukan Pengkhianatan, Bantah Stok Amunisi AS Menipis

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuduh sejumlah media dan jurnalis melakukan “pengkhianatan” karena terus mempertanyakan ketersediaan stok amunisi militer AS di tengah konflik dengan Iran. Trump menegaskan persediaan senjata Amerika tetap melimpah dan cukup untuk menghadapi perang berkepanjangan.
Pernyataan itu disampaikan Trump melalui platform Truth Social pada Kamis (3/9/2026), menyusul meningkatnya sorotan Kongres dan media terhadap kemampuan Pentagon mempertahankan operasi militer di Timur Tengah.
“Orang-orang dan media yang terus mengulang narasi bahwa kita tidak punya amunisi sebenarnya sedang melakukan pengkhianatan,” tulis Trump.
Ia menuding para pengkritiknya lebih ingin melihat Amerika Serikat kalah dalam perang daripada melihat pemerintahannya berhasil.
Trump Klaim Stok Amunisi Hampir Tak Terbatas
Dalam unggahan terpisah, Trump membantah laporan yang menyebut persediaan amunisi Pentagon mulai menipis akibat operasi militer terhadap Iran.
Menurutnya, Amerika Serikat memiliki stok amunisi kelas menengah hingga tinggi dalam jumlah yang “hampir tak terbatas”, sementara industri pertahanan domestik sedang meningkatkan produksi pada tingkat tertinggi sepanjang sejarah.
“Kami sedang menimbun persediaan dan bersiap menghadapi segala kemungkinan,” kata Trump.
Ia juga menyatakan pemerintah untuk sementara memprioritaskan amunisi bagi kebutuhan militer AS, sehingga penjualan senjata ke negara lain ditunda. Namun, ekspor senjata kepada sekutu disebut akan kembali dilanjutkan setelah kebutuhan operasional terpenuhi.
Biden Dikritik karena Bantuan Militer ke Ukraina
Trump turut menyerang mantan Presiden Joe Biden terkait bantuan militer besar-besaran kepada Ukraina.
Ia mengklaim pemerintahan Biden telah memberikan amunisi kepada Kyiv secara cuma-cuma dalam jumlah yang lebih besar dibandingkan total amunisi yang digunakan Amerika selama operasi militernya di Iran.
Trump juga menegaskan pemerintahannya akan berupaya meminta negara-negara Eropa memberikan kompensasi atas bantuan yang sebelumnya dikirim kepada Ukraina, dengan alasan beban tersebut seharusnya ditanggung para sekutu NATO.
Sorotan terhadap Pentagon Terus Menguat
Komentar Trump muncul ketika alokasi sumber daya militer Pentagon menjadi perhatian publik di tengah berlanjutnya operasi terhadap Iran.
Meski berbagai laporan mempertanyakan kesiapan persenjataan Amerika untuk konflik jangka panjang, Trump berulang kali menolak anggapan bahwa militer AS kekurangan amunisi. Ia menegaskan arsenal Amerika tetap mampu menopang operasi berkepanjangan tanpa bergantung pada pasokan dari luar negeri.
Sumber: Yenisafak
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








