Presiden Iran Masoud Pezeshkian Tegaskan Tak Memilih Perang dengan AS, Masih Ada Peluang Damai

AKURAT.CO Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan negaranya tidak menginginkan perang dengan Amerika Serikat dan masih terbuka untuk mencapai kesepakatan melalui jalur diplomasi.
Pernyataan tersebut disampaikan Pezeshkian dalam wawancara eksklusif dengan Fox News bersama jurnalis Bret Baier pada Kamis, ketika ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat masih berlangsung.
Ketika ditanya apakah Iran memilih perang atau kesepakatan dengan Washington, Pezeshkian menegaskan bahwa perang bukan pilihan Teheran.
“Kami tidak memilih perang. Perang dipaksakan kepada kami. Kami tidak menginginkan perang,” kata Pezeshkian.
Ia mengatakan Iran tetap bersedia melanjutkan pembicaraan dengan pemerintahan Presiden AS Donald Trump. Menurut Pezeshkian, Iran sebelumnya telah mencapai kesepakatan dengan Trump dan masih bersedia melanjutkan proses tersebut.
“Kami memang telah mencapai kesepakatan dengan presiden Anda. Berdasarkan itu, kami bersedia dan masih ingin melanjutkannya,” ujarnya.
Iran Masih Buka Negosiasi dengan AS
Pezeshkian merujuk pada memorandum yang disepakati pada Juni. Kesepakatan tersebut sebelumnya dimaksudkan menjadi dasar untuk mencapai perjanjian perdamaian final dalam waktu 60 hari.
Namun, proses tersebut kemudian terhenti akibat perbedaan antara Iran dan AS, termasuk mengenai persoalan navigasi di Selat Hormuz.
Menurut Pezeshkian, keputusan mengenai keberlanjutan perang atau diplomasi kini berada di tangan Washington.
“Amerika yang harus memilih apakah mereka ingin mengakhiri perang atau tidak,” kata Pezeshkian.
Pernyataan tersebut disampaikan ketika hubungan Iran dan AS masih diwarnai ketegangan terkait program nuklir Iran dan konflik yang melibatkan kedua negara.
Iran Bersedia Patuhi Hukum Internasional
Dalam wawancara tersebut, Pezeshkian juga ditanya mengenai kemungkinan Iran menyerahkan uranium yang telah diperkaya hingga tingkat 60 persen sebagai bagian dari kesepakatan dengan Amerika Serikat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







