Jelang Negosiasi di Swiss, Presiden Iran: Pemimpin Tertinggi Mengatakan Kami Tak Akan Memiliki Senjata Nuklir

AKURAT.CO Di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, Presiden Iran Masoud Pezeshkian kembali menegaskan bahwa negaranya tidak memiliki ambisi mengembangkan senjata nuklir.
Pernyataan itu disampaikan pada Kamis (26/2), sehari sebelum rencana perundingan dengan Amerika Serikat di Swiss terkait program nuklir Teheran.
Dalam pidatonya, Pezeshkian menekankan bahwa sikap Iran sejalan dengan garis kebijakan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei. Menurutnya, Iran secara doktrinal memang tidak diizinkan memiliki senjata nuklir.
“Pemimpin Tertinggi kami telah menyatakan bahwa kami sama sekali tidak akan memiliki senjata nuklir,” ujar Pezeshkian, seperti dikutip AFP. Ia menambahkan, bahkan jika secara pribadi ingin mengambil langkah tersebut, ia tidak akan bisa melakukannya karena bertentangan dengan prinsip dan kebijakan negara.
Negosiasi di Tengah Ancaman Militer
Pembicaraan Iran-AS berlangsung dalam suasana tegang. Washington dilaporkan meningkatkan kekuatan militernya di kawasan dalam skala yang disebut-sebut terbesar dalam beberapa dekade terakhir.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebelumnya berulang kali memperingatkan bahwa opsi militer tetap terbuka jika jalur diplomasi menemui jalan buntu.
Menanggapi ancaman tersebut, Pezeshkian menyatakan Iran tidak gentar. Ia menegaskan bahwa jika negaranya diserang, akan muncul lebih banyak tokoh yang siap memimpin dan mempertahankan Iran.
“Jika mereka menyerang kita, seratus orang lagi seperti kita akan bangkit dan memimpin negara ini. Jika kita bersatu dan bergandengan tangan, tidak ada kekuatan yang mampu menghentikan kita,” tegasnya.
Peringatan Keras dari Washington
Sementara itu, Wakil Presiden AS JD Vance meminta Teheran untuk menanggapi ancaman militer Washington dengan serius. Dalam wawancara di program “America’s Newsroom” di Fox News, Vance menyebut Presiden Trump tetap mengutamakan solusi diplomatik, namun tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan militer.
“Anda tidak bisa membiarkan rezim paling gila dan terburuk di dunia memiliki senjata nuklir,” kata Vance.
Ia menegaskan bahwa presiden AS memiliki berbagai opsi untuk memastikan Iran tidak mengembangkan senjata nuklir. Menurutnya, Trump telah menunjukkan kesediaan menggunakan langkah-langkah tersebut bila diperlukan.
Pemerintahan Trump, lanjut Vance, berharap tercapai penyelesaian tanpa keterlibatan militer. Namun, jika situasi mengharuskan, penggunaan kekuatan tetap menjadi hak presiden.
Perundingan di Swiss pun dipandang sebagai momen krusial yang akan menentukan arah hubungan kedua negara, di tengah bayang-bayang eskalasi militer yang semakin nyata.
Sumber: AFP
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









